Kemenag Sultra Kumpulkan 1.035 Ekor Hewan Kurban Jelang Iduladha 2022
Dua hari jelang perayaan Iduladha 1443 H /2022 M, Program Kemenag Sultra Berkurban yang menargetkan 1.000 ekor hewan kurban, hingga Jumat 8 Juli 2022 tembus hingga 1.035 ekor hewan kurban atau melampaui target.
Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Zainal Mustamin menyerahkan secara simbolis 17 hewan kurban melalui beberapa lembaga zakat, Ormas, Pondok Pesantren dan perwakilan komunitas masyarakat.
Sebanyak 1.035 ekor hewan kurban ini, tidak hanya berasal dari Kanwil dan 17 Kantor Kemenag kab/kota se Sultra, namun juga berasal dari unsur DWP Kanwil Kemenag Sultra dan DWP Kemenag kab/kota, Madrasah, KUA, Guru PAI dan Pontren, hingga Jemaah Haji Sulawesi Tenggara.
Seluruhnya bergerak serentak menyukseskan Program Kemenag Sultra Berkurban, dalam tagline 3B (Bersama, Bersatu, Bersaudara) dengan semangat memberi, bukan semangat mengambil dan menjangkau yang tak terjangkau. Adapun 1.035 ekor hewan kurban ini terdiri dari 925 ekor sapi dan 111 ekor kambing.
Kakanwil Kemenag Sulawesi Tenggara H Zainal Mustamin mengatakan hewan-hewan kurban ini akan didistribusikan, melalui badan amil zakat atau ormas dan Pondok Pesantren serta masyarakat lainnya yang membutuhkan.
Iklan oleh Google
“Alhamdulillah hari ini kita akan mendistribusikan hewan kurban yang terhimpun melalui Kanwil Kemenag Sultra. Kita akan menyerahkan secara simbolis sebanyak 17 ekor, selebihnya didistribusi oleh masing-masing pengumpul di Kemenag kabupaten/kota, madrasah dan KUA,” ucap Kakanwil dikutip dari website resmi Kemenag Sultra.
Kakanwil berharap, pengumpulan hewan kurban yang dilakukan secara masif ini bisa didistribusikan tepat sasaran, menjangkau lebih banyak yang tidak terjangkau selama ini, menjangkau komunitas-komunitas yang membutuhkan tidak hanya bagi umat Islam, tapi juga komunitas yang membutuhkan yang ada di sekitar rumah-rumah ibadah baik gereja, pura maupun vihara dan klenteng.
Distribusi hewan kurban ini juga menjangkau masyarakat korban kebakaran Kelurahan Bungkutoko, Warga RT RW di sekitar Pondok Pesantren dan PTT lingkup Kanwil Kemenag Sultra.
“Kita menjangkau lebih banyak dan lebih luas. Niat kita adalah mendorong semangat berkurban itu adalah semangat berbagi, menumbuhkan solidaritas kemanusiaan di antara kita supaya saling memperhatikan, saling membantu kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Kakanwil mengatakan, penyerahan tersebut bersifat simbolis, namun substansinya adalah meskipun telah selesai berkurban, semangat berbagi dan kepedulian harus berjalan terus untuk memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan.
“Jadi kalau semangat ini kita tumbuhkan, semangat ini berlanjut, maka akan banyak orang-orang yang akan meningkat kesejahteraan dan kehidupannya dibandingkan sebelum semangat berbagi ini dimunculkan. Memasifkan semangat berbagi, menjangkau yang tidak terjangkau,” pungkasnya. (Yat/Kemenag Sultra)
