Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

BWS Kendari Buka Suara Soal Proyek Irigasi Diduga Bodong di Tongauna

10

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari menegaskan proyek rehabilitasi saluran irigasi di Desa Momea, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) bukan merupakan proyek di bawah tanggung jawab instansinya. Proyek tersebut kini tengah disorot lantaran diduga kuat merupakan proyek fiktif alias bodong.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi BWS Sulawesi IV Kendari, Iping Mariandana, saat dikonfirmasi pada Kamis, 18 Juni 2026.

“Kami tegaskan bahwa proyek rehabilitasi saluran irigasi di Desa Momea itu bukan proyek BWS Sulawesi IV Kendari,” ujar Iping kepada wartawan.
Iping menjelaskan, setelah mencuatnya informasi mengenai proyek yang diduga mangkrak tersebut, pihak BWS langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan ke lokasi pada Rabu, 17 Juni 2026.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, BWS memang menemukan adanya aktivitas pekerjaan fisik. Kendati demikian, setelah ditelusuri lebih lanjut melalui sistem internal, proyek tersebut dipastikan tidak pernah masuk dalam perencanaan maupun penganggaran BWS Sulawesi IV Kendari.

“Kami sudah cek langsung di lapangan. Memang ada pekerjaannya, tetapi tidak ada dalam perencanaan maupun penganggaran BWS Kendari untuk lokasi tersebut,” tuturnya.

Selain itu, Iping juga membantah keras adanya keterikatan hukum antara BWS Kendari dengan kontraktor di lapangan. Ia memastikan pihaknya tidak pernah menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan yang mengklaim memegang proyek tersebut.

“Kami tidak pernah berkontrak dengan perusahaan tersebut untuk pekerjaan di lokasi itu. Tidak pernah sama sekali,” kata Iping.

Iklan oleh Google

Terkait dokumen kontrak yang beredar, Iping menyatakan hal tersebut di luar kewenangan BWS Kendari. Ia menegaskan tidak ada hubungan kontraktual apa pun antara instansinya dengan pihak-pihak yang terlibat di proyek Desa Momea.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, proyek rehabilitasi saluran irigasi di Desa Momea diduga merupakan proyek bodong yang mencatut nama BWS Sulawesi IV Kendari.

Para oknum tersebut mengaku menduduki jajaran direksi dan perwakilan dari PT Citra Puridian Lestari.

Mereka diduga menawarkan pekerjaan proyek irigasi tersebut kepada seorang subkon dengan menunjukkan dokumen kontrak yang disebut berasal dari BWS Kendari.

Namun, setelah dilakukan penelusuran, dokumen kontrak tersebut diduga palsu.

Pihak BWS Sulawesi IV Kendari yang dimintai konfirmasi terkait dokumen itu juga menegaskan bahwa kontrak tersebut tidak pernah diterbitkan oleh instansinya.

Hal itu dibuktikan dengan nama-nama pejabat yang tertuang dalam kontrak tersebut, tidak ada satupun ada nama pegawai atau pejabat BWS Kendari.

Penegasan dari BWS semakin memperkuat dugaan bahwa proyek yang telah dikerjakan di lokasi tersebut tidak memiliki dasar kontrak resmi dengan pemerintah dan berpotensi mengarah pada dugaan penipuan berkedok proyek irigasi. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi