Setelah pelariannya dan menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama sebulan lebih sejak 15 April 2026, Sertu Majid Bone, Anggota TNI di Kodim 14/16 Kendari akhirnya di tangkap oleh tim gabungan TNI-Polri pada Selasa, 19 Mei 2026.
Sertu Majid Bone di ketahui merupakan terduga pelaku pencabulan terhadap seorang anak yang yang berusia 12 tahun di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Ia melarikan diri saat dilakukan pemeriksaan di kesatuannya.
Penangkapan tersebut di benarkan oleh Dandenpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya. Dia mengatakan pelaku berhasil ditangkap di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada pagi hari tadi.
“Alhamdulilah sdh kita tangkap. Di tangkap di bone pagi tadi,” kata Haryadi kepada Nawalamedia.id.
Dia menyebut saat ini terduga pelaku telah diamankan RTM Pomdam XIV/Hsn makassar untuk menjalani pemeriksaan.
Selain itu, kata dia, proses hukum terhadap Sertu Majid Bone tersebut akan dilakukan di Denpom Kendari.
“Sementara pelaku di tahan di RTM Pomdam XIV/Hsn Makassar. Untuk proses hukum nya tetap di lakukan oleh Denpom Kendari,” tambahnya.
Iklan oleh Google
Sebelumnya, Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari, Letkol Arm Danny Arianto Pardamean Girsang, mengonfirmasi bahwa anggotanya, Sertu MB, telah mengakui perbuatan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan masib duduk di bangku sekolah dasar (SD). Meski telah mengakui perbuatannya dalam pemeriksaan awal, Sertu MB dilaporkan melarikan diri dan kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Pada dasarnya yang bersangkutan mengakui bahwa melaksanakan kegiatan pelecehan itu,” ujar Danny kepada awak media di Kantor Denpom Kendari pada Jumat, 1 Mei 2026.
Berdasarkan hasil interogasi awal, aksi bejat tersebut diduga dilakukan di rumah pelaku yang berlokasi di Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan pada 15 April 2026 lalu.
Danny menyebut bahwa antara pelaku dan korban masih memiliki hubungan kekerabatan, sehingga korban bukan merupakan orang asing bagi pelaku.
“Hasil pendalaman kami sampai dengan saat ini eee kedua kedua belah pihak ini sepertinya bukan orang asing. Jadi seperti kerabat begitu,” tuturnya.
Terkait bentuk pelecehan, Danny mengungkapkan bahwa Sertu MB mengaku sempat memegang bagian tubuh korban. Namun, pihaknya masih memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui intensitas aksi pelaku.
“Kalau dari interogasi sementara di kami belum dari hasil penyidikan karena tadi terkait dengan pelaku yang sudah kabur ya melaksanakan pelecehan (dengan) memegang. Dan Kami belum bisa menjelaskan beberapa kali tapi kemungkinan besar dengan dekat-dekatan kekerabatan itu mungkin bisa saja (lebih dari sekali),” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
