Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

La Ode Darwin Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Lembaga Budaya Muna

32

La Ode Darwin, terpilih sebagai ketua Lembaga Budaya Muna (LBM) Sulawesi Tenggara (Sultra). Bupati Muna Barat itu terpilih secara aklamasi melalui musyawarah besar IV yang digelar di salah satu hotel di Kendari pada 18 Mei 2026.

Setelah melalui proses musyawarah, para peserta sepakat menunjuk La Ode Darwin memimpin Lembaga Budaya Muna tersebut lima tahun ke depan.

“Keputusan musyawarah IV Lembaga Budaya Muna 2026 tentang pengesahan ketua LBM periode atau masa bakti 2026 – 2030 tentang mengangkat dan mengesahkan saudara La Ode Darwin sebagai Ketua Lembaga Budaya Muna Sulawesi Tenggara masa bakti 2026 – 2030,” kata Saemu Alwi selaku pimpinan sidang.

Usai ditetapkan sebagi ketua terpilih, La Ode Darwin langsung dikukuhkan sebagai Ketua Lembaga Budaya Muna Sulawesi Tenggara dengan melalui tradisi haroa (baca-baca) yang dipimpin oleh tokoh agama atau modhi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Muna Barat, Ketua DPRD Kota Kendari hingga tokoh masyarakat Muna.

Sementara itu, La Ode Darwin mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan setelah menerima amanah sebagai ketua yakni menggelar konsolidasi bersama pengurus dan tokoh masyarakat Muna. Ia juga menyiapkan agenda silaturahmi akbar masyarakat Muna yang direncanakan berlangsung di Kota Kendari usai lebaran.

“Kami akan mengagendakan silaturahmi akbar masyarakat Muna yang dipusatkan di Kota Kendari. Targetnya bisa dihadiri 10 ribu sampai 20 ribu masyarakat Muna dari berbagai daerah,” ujar La Ode Darwin.

Menurutnya, agenda tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan masyarakat Muna tanpa sekat kelompok maupun perbedaan pandangan yang selama ini muncul di tengah masyarakat.

“Kami ingin seluruh masyarakat Muna bersatu dalam satu kekuatan besar. Tidak lagi terkotak-kotak dalam kelompok tertentu, tetapi berdiri bersama membangun kebersamaan,” katanya.

Selain memperkuat persatuan, La Ode Darwin menegaskan LBM Sultra ke depan akan difokuskan sebagai wadah yang mampu memfasilitasi kebutuhan masyarakat Muna, mulai dari bidang ekonomi, budaya, adat, hingga sosial kemasyarakatan.

Iklan oleh Google

“Lembaga Budaya Muna harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Muna dimana pun berada. Kami akan menjaga persatuan, martabat, dan kehormatan masyarakat Muna,” tegasnya.

Ia menilai amanah sebagai ketua LBM Sultra merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan komitmen untuk menjaga nama baik masyarakat Muna serta memperkuat solidaritas antarwarga.

Diketahui ratusan tokoh masyarakat dan perwakilan paguyuban Muna dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) IV Lembaga Budaya Muna (LBM).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel Kendari ini merupakan momentum krusial bagi konsolidasi organisasi, sekaligus memperkuat komitmen pelestarian budaya dan penguatan eksistensi masyarakat Muna di era modern.

Ketua Panitia Mubes IV LBM, Hendrawan Sumus Gia, mengungkapkan bahwa terdapat 73 paguyuban yang diundang dalam forum tertinggi organisasi tersebut. Ia turut mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat atas terselenggaranya acara ini.

Sementara itu, Ketua LBM sebelumnya Andi Bahrun menegaskan bahwa Mubes IV bukan sekadar agenda seremonial rutin. Forum ini merupakan ruang silaturahmi besar untuk menyatukan komitmen seluruh elemen masyarakat Muna.

Andi Bahrun juga menyoroti pelaksanaan musyawarah yang bertepatan dengan agenda kedatangan Kapolda Sulawesi Tenggara. Menurutnya, hal ini menjadi simbol positif bagi situasi keamanan di wilayah tersebut.

“Pada hari ini, bertepatan dengan kedatangan Kapolda, kita melaksanakan musyawarah besar yang menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara tetap aman, stabil, dan tertib,” kata Andi Bahrun.

Lebih lanjut, mantan Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) ini menjelaskan bahwa LBM lahir sebagai bentuk transformasi organisasi demi menjawab dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang. Berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya menjadi landasan utama urgensi pemilihan nakhoda baru.

“Musyawarah ini adalah ruang menyatukan hati, menyatukan komitmen untuk menjaga marwah Lembaga Budaya Muna,” terangnya.

Ia menambahkan, meski masyarakat Muna tersebar di berbagai latar belakang profesi mulai dari politisi, pengusaha, hingga petani mereka tetap dipersatukan oleh akar identitas budaya yang sama. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi