Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Gelar Mubes IV, Lembaga Budaya Muna Konsolidasi Jaga Marwah Tradisi

19

Ratusan tokoh masyarakat dan perwakilan paguyuban Muna dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) IV Lembaga Budaya Muna (LBM) pada Senin, 18 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel Kendari ini merupakan momentum krusial bagi konsolidasi organisasi, sekaligus memperkuat komitmen pelestarian budaya dan penguatan eksistensi masyarakat Muna di era modern.

Ketua Panitia Mubes IV LBM, Hendrawan Sumus Gia, mengungkapkan bahwa terdapat 73 paguyuban yang diundang dalam forum tertinggi organisasi tersebut. Ia turut mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat atas terselenggaranya acara ini.

Hendrawan menjelaskan, rangkaian agenda Mubes IV ini akan berlangsung maraton, mulai dari persidangan organisasi hingga prosesi pengukuhan pengurus baru yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari.

“Kami berharap seluruh rangkaian sidang hingga pengukuhan dapat berjalan lancar dan menghasilkan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LBM Andi Bahrun menegaskan bahwa Mubes IV bukan sekadar agenda seremonial rutin. Forum ini merupakan ruang silaturahmi besar untuk menyatukan komitmen seluruh elemen masyarakat Muna.

Andi Bahrun juga menyoroti pelaksanaan musyawarah yang bertepatan dengan agenda kedatangan Kapolda Sulawesi Tenggara. Menurutnya, hal ini menjadi simbol positif bagi situasi keamanan di wilayah tersebut.

“Pada hari ini, bertepatan dengan kedatangan Kapolda, kita melaksanakan musyawarah besar yang menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara tetap aman, stabil, dan tertib,” kata Andi Bahrun.

Lebih lanjut, mantan Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) ini menjelaskan bahwa LBM lahir sebagai bentuk transformasi organisasi demi menjawab dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang. Berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya menjadi landasan utama urgensi pemilihan nakhoda baru.

Iklan oleh Google

“Musyawarah ini adalah ruang menyatukan hati, menyatukan komitmen untuk menjaga marwah Lembaga Budaya Muna,” terangnya.

Ia menambahkan, meski masyarakat Muna tersebar di berbagai latar belakang profesi—mulai dari politisi, pengusaha, hingga petani—mereka tetap dipersatukan oleh akar identitas budaya yang sama.
Nada optimisme dan seruan persatuan juga disuarakan oleh jajaran Dewan Pembina LBM. Anggota Dewan Pembina LBM, La Ode Darwin, menilai kehadiran ratusan keterwakilan paguyuban hari ini merupakan modal komitmen yang kuat.

Namun, Darwin memberikan catatan kritis mengenai pentingnya kesadaran kolektif masyarakat Muna untuk saling merangkul.

“Kita sebenarnya itu besar jika bersatu. Maka kita semua harus bersatu, hanya saja yang masih kurang itu kesadarannya,” katanya.

Bupati Muna Barat itu pun berharap seluruh masyarakat Muna di mana pun berada bisa saling bersatu dan mendukung agar bisa lebih besar lagi kedepannya.

“Saya berharap kedepannya untuk hal apa pun kita bisa saling bersatu dan mendukung baik itu yang ada di Kota Kendari dan daerah-daerah lainnya,” harapnya.

Senada dengan Darwin, Anggota Dewan Pembina LBM lainnya sekaligus bupati Muna, Bachrun, menutup rangkaian pandangan dengan menekankan pentingnya sinergi gagasan demi pertumbuhan organisasi dan daerah ke depan.

“Kalau kita bersama-sama untuk saling memberi pikiran, pasti kita akan terus bertumbuh dan besar,” pungkas Bachrun. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi