Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Jaelani Ajak Komunitas Gerbang Tani Kolut Internalisasi Empat Pilar Kebangsaan

28

Anggota DPR RI, Jaelani, kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tingkat akar rumput. Dalam agenda terbarunya, ia menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang menyasar komunitas Gerbang Tani Cabang Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Dalam kesempatan tersebut, Jaelani mengajak para petani dan penggerak sektor pertanian untuk tidak hanya memahami, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Jaelani, Empat Pilar Kebangsaan—yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—adalah fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah arus perubahan zaman.

“Internalisasi nilai-nilai kebangsaan harus dimulai dari komunitas terkecil, termasuk komunitas tani. Sektor pertanian adalah tulang punggung kedaulatan pangan, dan kedaulatan itu hanya bisa dicapai jika kita memiliki semangat gotong royong yang kuat,” ujar Jaelani.

Iklan oleh Google

Ada beberapa poin penting yang ditekankan dalam pertemuan tersebut, yakni,

Pancasila sebagai etos kerja. Artinya, menjadikan semangat ketuhanan dan kemanusiaan sebagai landasan dalam bertani dan berorganisasi.

Kemudian, persatuan di tengah perbedaan: Mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik atau latar belakang tidak boleh merusak kerukunan warga di desa.

Peran Petani dalam NKRI: Menegaskan bahwa peran petani sangat strategis dalam menjaga stabilitas nasional melalui ketahanan pangan.

Acara ditutup dengan dialog interaktif mengenai tantangan pertanian lokal dan bagaimana nilai gotong royong dapat menjadi solusi bagi masalah distribusi pupuk maupun pemasaran hasil panen. (Rls)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi