Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Dies Natalis ke-44 Universitas Halu Oleo, Inovasi Mewujudkan Kampus Global dan Unggul

61

Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali menorehkan jejak sejarah penting dalam perjalanan panjangnya sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Sulawesi Tenggara.

Pada tahun ini, UHO merayakan Dies Natalis ke-44 yang dirangkaikan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rektor UHO, Prof. Armid, dalam pidatonya saat rapat senat luar biasa dalam rangka Dies Natalis ke-44 UHO Kendari menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas capaian universitas hingga hari ini.

Dia menjelaskan pada Dies Natalis ke-44 tahun ini, Universitas Halu Oleo (UHO) mengangkat tema “Inovasi Berkelanjutan Menuju UHO Global”.

Tema ini, kata dia, mencerminkan komitmen UHO dalam membangun lingkungan pendidikan yang bermutu, adil, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pengembangan penelitian serta inovasi yang berakar pada kearifan lokal namun tetap berorientasi global.
“Jadi melalui semangat inovasi berkelanjutan, UHO meneguhkan langkahnya untuk meraih tujuan besar sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan diakui di tingkat internasional,” katanya.
Selain itu, dia mengatakan arah pembangunan UHO sejalan dengan paradigma “Kampus Berdampak” yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Program ini merupakan kelanjutan dari gerakan Kampus Merdeka yang telah lebih dulu dijalankan. Melalui Kampus Berdampak, perguruan tinggi diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, industri, serta ekosistem riset nasional.

Dies Natalis ke-44 tahun ini, Universitas Halu Oleo (UHO) mengangkat tema “Inovasi Berkelanjutan Menuju UHO Global”. (Istimewa)

 

“Melalui program ini, kampus diharapkan dapat lebih berdaya serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia industri dan usaha, sekaligus memperkuat ekosistem riset dan inovasi demi mendukung pembangunan nasional,” ungkapnya.
Alumnus jepang juga ini menekankan pentingnya menjadikan Dies Natalis sebagai momentum refleksi dan evaluasi.

“Setiap peringatan Dies Natalis bukan hanya perayaan, melainkan juga ajakan untuk meninjau sejauh mana capaian yang telah diraih, sekaligus menelaah kendala yang masih dihadapi. Dengan begitu, kita bisa mencari solusi agar hambatan tidak terulang kembali,” ucapnya.

Guru besar bidang kimia kelautan di UHO Kendari ini menegaskan bahwa UHO bukan hanya milik sivitas akademika, melainkan aset bangsa yang harus dijaga bersama.

“Capaian ini tentu tidak terlepas dari peran serta banyak pihak—para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, masyarakat, serta dukungan pemerintah. Karena itu, UHO harus terus kita jaga dan kembangkan demi generasi masa kini maupun masa depan,” katanya.

Iklan oleh Google

Dia melanjutkan sebagai perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara, UHO menjadi tumpuan harapan masyarakat. Banyak orang tua menitipkan mimpi besar anak-anaknya untuk menempuh pendidikan tinggi di kampus ini.

Tidak hanya itu, para pemangku kepentingan juga menaruh ekspektasi tinggi agar UHO mampu memberikan layanan pendidikan terbaik dan menghasilkan lulusan unggul yang siap bersaing.

“Oleh karena itu, kita yang diberi amanah mengelola universitas ini harus bersatu, saling mendukung, dan berkomitmen memberikan layanan terbaik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, kepada seluruh pengguna layanan UHO,” tutur Prof. Armid.

Dia menambahkan Dalam menjalankan tugasnya, Rektor dibantu oleh empat Wakil Rektor, dua Kepala Lembaga (LPPM dan LPMPP), 14 Dekan, satu Direktur Pascasarjana, serta delapan Unit Penunjang Akademik (UPA), termasuk perpustakaan, laboratorium terpadu, hingga layanan karir dan kewirausahaan. Seluruh unit tersebut berperan penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pendidikan di UHO.

Ke depan, Prof. Armid berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong lahirnya inovasi baru yang berbasis kearifan lokal namun berorientasi global.

“Dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif, kita akan mampu membawa UHO menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing global. Kemajuan UHO adalah tanggung jawab bersama, demi kejayaan generasi sekarang maupun yang akan datang,” tutupnya.

UHO merayakan Dies Natalis ke-44 yang dirangkaikan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Istimewa)

 

Diketahui, berdirinya Universitas Halu Oleo memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Sebelum menjadi perguruan tinggi negeri, kampus ini berawal sebagai universitas swasta bernama UNHOL yang berdiri pada tahun 1964, berstatus filial Universitas Hasanuddin Makassar.

Setelah perjuangan panjang selama 17 tahun, akhirnya pada 14 Agustus 1981, UHO resmi berdiri sebagai perguruan tinggi negeri melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1981.

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dirjen Pendidikan Tinggi kala itu, Prof. Dr. Rer. Nat. Doddy Achdiat Tisna Amidjaja, pada 19 Agustus 1981. Di masa awal berdirinya, UHO hanya memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta Fakultas Pertanian. Saat itu, kampus hanya berdiri di atas lahan seluas 7 hektare di Kemaraya—yang kini dikenal sebagai kampus lama.

Kini, memasuki usia ke-44 tahun, UHO telah menjelma menjadi perguruan tinggi dengan 14 fakultas, satu sekolah pascasarjana, dan berbagai unit penunjang akademik modern. Pertumbuhan pesat ini menjadikan UHO sebagai pusat pendidikan tinggi yang diandalkan masyarakat Sultra, bahkan Indonesia bagian timur. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi