Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Gubernur Sultra Bakal Bangun Tanggul Baru di Sungai Wanggu Kendari Antisipasi Banjir

73

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka bakal membangun tanggul di sungai Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo Kecamatan Baruga Kota Kendari.

Hal tersebut diungkapkan setelah meninjau daerah tersebut usai mengalami kebanjiran akibat meluapnya sungai pada Minggu, 29 Juni 2025 sore.

Andi menyampaikan bahwa pembangunan tanggul menjadi pilihan realistis setelah mempertimbangkan keengganan warga untuk direlokasi.

“Nanti kita harus bangunkan tanggulnya itu. Jadi sekitar itu harus ada tanggul untuk menahan,” katanya saat ditemui di lokasi banjir.

Andi menjelaskan, pemerintah sebelumnya sudah menawarkan relokasi kepada warga yang tinggal di bantaran sungai, namun mayoritas menolak dengan berbagai alasan. Sehingga dengan pembangunan tanggul baru merupakan solusinya.

“Karena kalau mau direlokasi pada umumnya mereka juga tidak. Karena sudah pernah ditawarin untuk relokasi karena itu ya mungkin beberapa inilah pertimbangan dengan teknis mereka tidak mau,” katanya.

“Tapi kalau saya lihat dari sini sepintas maka tanggulnya kita bangun tanggul di situ supaya tidak ini (banjir),” tambahnya.

Gubernur juga menyebut ada sekitar 400 jiwa yang terdampak banjir kali ini. Karena itu, ia menegaskan pentingnya segera mencari dan mengalokasikan anggaran pembangunan tanggul demi keselamatan masyarakat.

“Saya akan cari anggarannya di mana. Karena kasihan ini masyarakat,” tambahnya

Iklan oleh Google

Diketahui ratusan warga di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terpaksa mengungsi akibat banjir kiriman dari hulu Sungai Wanggu yang meluap pada Minggu dini hari 29 Juni 2025.

Data sementara mencatat sebanyak 172 kepala keluarga (KK) atau sekitar 402 jiwa terdampak. Ketinggian air mencapai hampir 2 meter di beberapa titik permukiman.

Ketua RT 13 Kelurahan Lepo-lepo, Sarman, menjelaskan air hulu sungai naik sejak siang kemarin, Sabtu, 29 Juni 2025. Ketinggian bahkan mencapai hampir 2 meter.

“Banjir ini datang meski tidak turun hujan di sini. Air dari hulu naik terus sejak pukul 2 siang kemarin dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ketinggian air bahkan mencapai hampir 2 meter,” ungkap Sarman.

Kata dia sungai Wanggu memang menjadi muara utama dari beberapa aliran sungai di Konawe Selatan. Akibatnya, hujan di wilayah hulu otomatis menjadi ancaman serius bagi warga bantaran sungai di Kendari.

Sarman menyebutkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah sejak pembangunan tanggul dan kolam retensi beberapa tahun lalu.

“Setiap tahun memang ada banjir, tapi biasanya tidak sampai masuk rumah. Sekarang, air sudah setinggi lebih dari satu meter di dalam rumah,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh M. Ali (74), warga asli Lepo-lepo yang menyebut banjir kali ini mengingatkannya pada bencana besar tahun 1975 dan 2013.

“Saya mulai dari lahir, dari tahun 1951 yang paling parah itu 1975, dan 2013 tapi ini 6 tahun baru ada lagi,” katanya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi