Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Direktur RSUD Bahteramas Sultra Berganti di Tengah Hilangnya Ribuan Obat Golongan Narkotika

96

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas berganti di tengah pencarian pelaku kasus hilangnya ribuan ampul obat bius golongan narkotika di Rumah Sakit Provinsi Sultra tersebut.

Dr Hasmuddin yang dulu menjabat sebagai direktur RSUD Bahteramas kini telah diganti oleh Dr Muhammad Saiful yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt).

Pergantian tersebut, setelah Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) menyerahkan surat keputusan pengangkatan pelaksana tugas pada Muhammad Saiful bersamaan dengan melantik dan mengambil sumpah beberapa pejabat eselon 2 di lingkup pemerintahan provinsi (Pemprov) Sultra di Kantor Gubernur Sultra pada Senin, 26 Mei 2025.

Diketahui dalam penyelidikan polisi terkait kasus hilangnya ribuan ampul obat jenis fentanyl bermerek Fentanex itu, ditemukan adanya unsur pidana sehingga kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Nirwan saat di konfirmasi mengaku saat pihaknya tengah melakukan pencarian kepada pelaku.

“Sementara masih mencari pelakunya,” katanya saat dikonfirmasi nawalamedia.id pada Senin, 26 Mei 2025.

Diketahui dalam kasus ini aksi pelaku terekam kamera pengawas atau CCTV milik rumah sakit provinsi itu. Kasus ini telah dilaporkan sejak sebulan yang lalu.

Dalam laporannya pihak rumah sakit mengaku sebanyak 1.460 ampul obat jenis fentanyl bermerek Fentanex raib dari ruang penyimpanan rumah sakit pada Kamis malam, 3 April 2025.

Ironisnya, ini bukan kali pertama insiden semacam ini terjadi. Pihak rumah sakit menyebut ini merupakan kali ketiga sejak Maret 2025.

Iklan oleh Google

Pada kejadian pertama, pelaku hanya merusak pintu penyimpanan obat tanpa sempat mengambil barang.

Namun di insiden kedua, pada 26 Maret 2025, pelaku berhasil membawa kabur 650 ampul fentanyl. Kemudian pada 3 April, kasus pencurian terbesar terjadi dengan jumlah kehilangan mencapai 1.460 ampul.

Dengan kejadian berulang itu, total kehilangan mencapai lebih dari 2.100 ampul obat narkotika dalam waktu kurang dari dua minggu.

Pencurian ini juga membuat geram pejabat Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini Wakil Gubernur Sultra Ir Hugua. Dia sangat menyayangkan atas aksi pencurian yang terjadi di rumah sakit provinsi ini.

Terlebih kata Hugua, obat ini termasuk jenis yang tidak bisa diedarkan sembarangan dikarenakan dapat membahayakan jika di gunakan tak sesuai peruntukannya.

“Oleh karenanya pemerintah provinsi (Sultra) pasti serius. Pak gubernur (Andi Sumangerukka) pasti memberi atensi tinggi, terhadap hal ini,” katanya.

Menurutnya, obat-obatan yang hilang ini disinyalir ada keterlibatan orang dalam. Sebab jika pelaku dari luar tidak mungkin mengetahui penyimpanan obat-obatan tersebut.

“Mungkin ada terlibat orang dalam bisa aja tetapi yang menentukan itu polisi, pihak APH. kami hanya menduga-duga aja,” tambahnya.

Fentanyl sendiri merupakan obat bius dengan efek sangat kuat dan tergolong narkotika kelas berat. Penyalahgunaannya bisa berakibat fatal bahkan mematikan, sehingga kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi