Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kendari membidik perolehan tujuh kursi dalam pemilu mendatang. Target tersebut diusung usai pelantikan jajaran pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2024–2029 di Kota Kendari, Selasa 6 Oktober 2026 malam.
Pelantikan akbar jajaran pengurus PAN se-Bumi Anoa itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal PAN Eko Patrio, serta Bendahara Umum PAN Pangeran Khairul Saleh, bersama jajaran pengurus pusat dan kepala daerah di Sultra.
Ketua DPD PAN Kota Kendari, M. Syaifullah Usman, menegaskan momentum pelantikan ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat konsolidasi internal serta memperluas jangkauan partai hingga tingkat akar rumput.
“Langkah awal, konsolidasi. Kita target 7 kursi ke depan,” kata Syaifullah di Kendari.
Saat ini, PAN menduduki empat kursi di DPRD Kota Kendari. Untuk memenuhi target kenaikan menjadi tujuh kursi, Syaifullah menyebut keberhasilan seremoni pelantikan harus segera ditindaklanjuti dengan kerja-kerja nyata sosial politik di lapangan.
Ia menekankan bahwa seluruh kader di Kota Kendari berkomitmen menjalankan instruksi partai melalui jargon ‘Satu Komando, Gerak Cepat Bantu Rakyat’.
“PAN Kota Kendari akan terus berupaya hadir dan bekerja untuk masyarakat sesuai tagline Satu Komando, Gerak Cepat Bantu Rakyat,” ujarnya.
Guna memuluskan target politik tersebut, PAN Kendari kini tengah merampungkan struktur organisasi secara menyeluruh dari tingkat kecamatan hingga basis komunitas paling bawah.
Syaifullah mengonfirmasi bahwa kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kota Kendari telah rampung dibentuk. Langkah selanjutnya adalah membentuk Dewan Pimpinan Sub Cabang (DPT) serta jaringan relawan di setiap Rukun Tetangga (RT).
Melalui pembentukan jaringan hingga tingkat RT, partai berlambang matahari putih ini berharap jalur komunikasi antara kader dan warga dapat berjalan makin dekat dan efektif. Dengan demikian, setiap aspirasi masyarakat Kendari dapat diserap dan diperjuangkan secara optimal melalui lini kebijakan partai. (Ahmad Odhe/yat)


