Kepolisian menguak fakta baru terkait kasus tewasnya perempuan bernama Damra Yani alias Ana (22) yang ditemukan tewas dengan kondisi mulut tersumbat kain hingga setengah telanjang di area perkebunan warga Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu, 16 September 2026.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah makan tempat korban bekerja, korban diketahui sempat berhenti bekerja lantaran kerap didatangi oleh seorang pria tak dikenal. Hal tersebut di ungkapkan Kapolsek Tinanggea IPTU Sucipto.
Sucipto mengatakan, fakta tersebut diperoleh dari keterangan saksi Yanti, selaku pemilik Rumah Makan Febhy tempat korban menggantungkan hidup sejak awal Mei 2026.
“Pada Agustus 2026, korban sempat berhenti bekerja selama kurang lebih 10 hari karena sering didatangi seorang laki-laki. Korban kemudian kembali bekerja pada akhir Agustus 2026 dengan alasan masih memiliki cicilan telepon seluler,” ujar Sucipto dalam keterangannya.
Sucipto membeberkan kronologi aktivitas korban sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa. Pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 05.50 WITA, saksi Yanti sempat meninggalkan rumah makan untuk melayat ke rumah kerabatnya. Saat itu korban masih terlihat di lokasi.
Yanti sempat kembali pukul 11.00 WITA dan melihat korban masih beraktivitas seperti biasa, sebelum akhirnya pergi lagi sekitar pukul 16.00 WITA. Namun pada Rabu, 16 September 2026 dini hari sekitar pukul 04.30 WITA saat Yanti kembali ke rumah makan ia tidak melihat lagi korban.
“Yanti mendapati korban sudah tidak berada di tempat. Saat ditanyakan kepada saksi lain bernama Hasma yang berada di lokasi, yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui keberadaan korban,” jelasnya.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 10.10 WITA, warga geger setelah seorang warga bernama Suparno menemukan jasad korban tergeletak di area perkebunan milik Nanto di Desa Roraya. Temuan itu pun langsung dilaporkan ke Mapolsek Tinanggea.
Saat ini pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti di lapangan guna mengungkap identitas pria yang sering mendatangi korban serta mendalami dugaan tindak pidana di balik kematian korban.
Sementara itu, untuk mengungkap kasus kematian, korban dilakukan autopsi di rumah sakit Bhayangkara Kendari. (Ahmad Odhe/yat)


