Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Mayat Bayi Membusuk Ditemukan dalam Ember Cat di Bawah Pohon Pisang di Kendari

96

Warga Kelurahan Poasia, Kota Kendari, digemparkan oleh penemuan jasad bayi yang sudah membusuk di dalam ember cat 25 kg.

Mayat tersebut ditemukan pada Selasa 18 Maret 2025 sore sekitar pukul 16.50 WITA oleh warga yang sedang mencari jantung pisang di pinggir Jalan Madusila.

Kapolsek Poasia, AKP Jumiran, mengungkapkan awalnya warga merasa curiga dengan ember cat yang tertutup rapat dan diletakkan di bawah pohon pisang. Saat dibuka, mereka langsung mencium bau menyengat.

“Karena ragu, mereka pulang, kemudian setelah salat isya mereka kembali memastikan, bahwa itu jasad bayi atau bukan,” ujar AKP Jumiran kepada nawalamedia.id pada Rabu 19 Maret 2025.

Setelah memastikan keberadaan jasad bayi tersebut, warga segera melapor ke Polsek Poasia sekitar pukul 21.15 WITA.

Iklan oleh Google

Tim kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolsek bersama unit Reskrim dan intel segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami langsung berkoordinasi dengan tim Inafis Polresta Kendari serta dokter forensik dari RS Bhayangkara untuk melakukan olah TKP,” tambahnya.

Pada pukul 22.40 WITA, petugas dari RS Bhayangkara tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad bayi yang sudah dalam kondisi membusuk.

Selanjutnya, jasad tersebut dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengungkap penyebab kematian dan mencari petunjuk terkait kasus ini.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut. Warga sekitar berharap pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman setimpal. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi