Kurangi Beban Masyarakat, Pemda Mubar Subsidi Harga Beras
Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr Bahri, terus memantau kenaikan harga sembilan bahan pokok melalui aplikasi Sipengharap. Dari pantauan tersebut, salah satu yang mendongkrak inflasi di Mubar adalah kenaikan harga beras.
Harga beras yang beredar di pasar melonjak tinggi hingga Rp13.600 hingga Rp13.900 perkilogram atau sekitar Rp670.000 sampai Rp680.000 per 50 kilogram beras.
Atas melonjaknya harga beras tersebut, Dr Bahri melakukan langkah-langkah untuk menekan harga di pasar dengan mengintervensi para distributor atau pengecer beras melalui subsidi harga.
“Saya melihat harga sebesar itu sangat membebani masyarakat. Makanya saya intervensi dengan mensubsidi harga.
Dimana harga beras di pasar itu Rp13.600 perkilogram, setelah kita subsidi menjadi Rp10.900 per kilogram, atau dari Rp670.000 per 50 kilogram beras, setelah disubsidi menjadi Rp545.000 per 50 kilogram,” jelasnya.
Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri ini mengaku, subsidi harga ini langsung bekerja sama dengan distributor dan pedagang beras eceran yang menjual di pasar. Mereka wajib menjual di masyarakat dengan harga yang ditentukan oleh Pemda, nanti selisih harga yang mereka tetapkan selama ini disubsidi oleh Pemda.
“Misalnya, selama ini mereka jual beras di pasar sebesar Rp13.600 perkilogram,
sekarang mereka wajib jual Rp10.900 per kilogram. Tidak boleh naik, kalau turun boleh. Nanti selisih harga di atas itu Pemda yang bayar. Tinggal mereka hitung berapa kilo yang dijual sama masyarakat. Jadi mereka juga tidak dirugikan,” kata Bahri.
Iklan oleh Google
Ia melanjutkan, subsidi harga beras ini akan dicoba sampai akhir Desember 2023. Jika dalam jangka waktu tersebut, harga beras di pasar masih bertahan sampai Rp600 ribu ke atas maka akan dilanjutkan sampai Januari 2024.
“Nanti kita lihat situasi harga di pengecer atau distributor, kalau sampai Januari harga beras tidak stabil maka kita lanjutkan sampai Januari,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mubar, La Ode Aka menyampaikan bahwa langkah Pemda dalam mensubsidi harga beras ini untuk menekan laju inflasi di Mubar. Program ini dicanangkan sebagai upaya meringankan beban masyarakat Mubar.
“Yang dipikirkan itu masyarakat kecil, kalau PNS atau pengusaha mungkin bisa beli, tapi kalau mereka yang ekonominya menengah ke bawah pasti terbebani. Makanya Pemda hadir untuk itu,” tuturnya.
La Ode Aka mengaku telah melakukan kerja sama dengan pengecer dan distributor yang menjual di pasar. Ada sekitar 15 sampai 18 pengecer yang telah sepakat dengan program ini. Mereka siap membantu Pemda dalam menangani kenaikan harga beras di Mubar.
“Dan mereka itu murni penjual di pasar-pasar yang ada di Mubar. Mereka setuju dengan program Pemda Mubar,” pungkasnya. (Pialo/yat)
