Dari data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa 16 Januari 2024, kasus demam berdarah (DBD) mencapai 396 kasus yang tersebar di 12 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dari 396 kasus akibat gigitan nyamuk
aedes aegypti yang menyebarkan virus dengue tersebut, 2 orang dinyatakan meninggal dunia yakni dari Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.
Namun dari data Dinas Kesehatan Provinsi Sultra itu, kasus sembuh akibat virus dengue itu sebanyak 279 orang dan yang mendapatkan perawatan sebanyak 117 orang.
Penjabat (Pj) Gubernur Sultra Andap mengatakan kasus DBD di Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan sampai Januari 2024 ini.
Iklan oleh Google
“Kalau kita melihat pergerakan dan dinamika penyakit DBD ini meningkat dari waktu ke waktu. Desember kemudian sampai sekarang awal Januari sudah tercatat 396 di seluruh kabupaten kota,” kata Pj Gubernur Sultra saat meninjau pasien kasus DBD di Rumah Sakit Bahteramas, Selasa 16 Januari 2023.
Andap menyebut, Kota Kendari merupakan daerah yang mempunyai kasus terbanyak untuk penyakit DBD dengan jumlah 260 kasus.
Menurut Andap, kasus DBD tersebut akan berlangsung hingga Maret 2024. Sehingga ia mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan di sekitarnya baik di dalam rumah ataupun lingkungan kerja.
“Ada satau orang ditugasi untuk memperhatikan lingkungan sosial. Kita mengenal dengan langkah-langkah 3M plus. Melihat apakah ada genangan air. Kemudian dengan menguras membersihkan dan seterusnya,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)