Distanak Sultra Gelar FFD CSA SIMURP dengan Kelompok Tani Harapan Lambuya
Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra melalui Bidang Penyuluhan melaksanakan kegiatan farmer field day (FFD) atau hari temu lapang Climate Smart of Agriculture (CSA) SIMURP Tahun 2023, bertempat di demplot CSA SIMURP Kelompok Tani Harapan, Kecamatan Lambuya.
Kegiatan hari temu lapang merupakan salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antar-petani, peneliti, dan penyuluh untuk berbagi informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan mendapatkan umpan balik dari petani mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi dalam berusahatani.
Program SIMURP ini mengadopsi 6 paket teknologi CSA di antaranya, teknologi hemat air (Penggunaan AWD), penggunaan VUB adaptif cekaman iklim, pemupukan berimbang spesifik lokasi, penggunaan bahan organik, penggunaan pesnab, tanam jarwo, penggunaan KATAM.
Dalam sambutannya, Kabid Penyuluhan Mazhfia Umar menyampaikan bahwa demplot kegiatan SIMURP dengan menerapkan teknologi CSA dapat menjadi alternatif teknologi dalam menghadapi berbagai kondisi seperti musim kemarau panjang (elnino).
“Pupuk subsidi terbatas, pupuk dan sarana produksi lainnnya mahal. Hasil ubinan dari BPS telah disaksikan bersama menunjukkan peningkatan produktivitas 4 ton/ha dan 7 ton/ha setelah menerapkan teknologi CSA,” katanya dalam rilis yang diterima Nawalamedia.id.
Iklan oleh Google
Harapannya, lanjut dia, penerapan teknologi membutuhkan kerjasama antara berbagai pihak terutama dalam hal penggunaan benih unggul, penentuan waktu yang tepat penggunaan air ketinggian air, serta penggunaan bahan-bahan alamiah atau organik.
“Terutama dengan adanya SK Gubernur Tahun 2022 tentang kawasan pengembangan tanaman pangan yang dapat mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas ataupun IP. Akhirnya untuk keberlanjutan diharapkan pendampingan penyuluh agar teknologi ini dapat terus digunakan oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.
Berdasarkan hasil ubinan oleh BPS Konawe dan Kepala BPP Lambuya, demplot pemanfaatan CSA ini meningkat jika dibandingkan produksi tahun lalu, rata-rata hasil ubinan mencapai 7 ton/ha.
“Jika dibandingkan musim tanam kemarin hanya mencapai 4 ton/ha,” kata Raipin petugas BPS Kecamatan Uepai dan Lambuya.
Sementara itu, Manager Program SIMURP Faizal, SP mengatakan demplot scalling up dengan pemanfaatan metode SCA menggunakan varietas impari 32, dengan luas laboratorium lahan (LL) sebanyak 1 Ha, mampu mengaplikasikan salah satu teknologi CSA dengan mengatur penggunaan air melalui teknologi AWD (pengaturan hemat air) dan penggunaan pupuk cair organik dengan metode tanam jajar legowo. (rils/yat)
