Take a fresh look at your lifestyle.
      

Dispar Targetkan Perjalanan Wisata Nusantara di Sultra Capai 6,6 Juta pada 2023

52

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan perjalanan wisata nusantara di daerah ini mencapai 6,6 juta perjalanan sepanjang tahun 2023. Target ini merupakan bagian dari target nasional yang mencapai 1,2 hingga 1,4 miliar perjalanan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra Belli Tombili mengatakan, target perjalanan wisata Nusantara ini merupakan bagan dari agenda Gerakan Nasional Berwisata di Indonesia (Gernas BBWI) yang didorong oleh Presiden Joko Widodo.

“Bapak Presiden mengajak kita semua untuk berwisata di dalam negeri saja. Dalam pidato beliau, secara khusus menyebut Wakatobi. Namun, kita di Sultra punya kawasan wisata lainnya yang menyanggah Wakatobi. Kita menyebutnya sebagai seven wonders Sultra, yang tersebar di seluruh wilayah yang ada di Sultra,” kata Belli, Rabu 1 Januari 2023.

Dia mengungkapkan, terdapat tujuh kawasan wisata tertuang dalam bentuk Keputusan Gubernur Nomor 310 Tahun 2022 tentang Penetapan Destinasi Pariwisata Prioritas Provinsi Sulawesi Tenggara Penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Wakatobi.

“Ketujuh kawasan tersebut yakni, pertama, Koridor Wisata Teluk Kendari-Toronipa-Labengki. Kedua, Benteng Keraton Wolio-Lambusango. Ketiga, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Keempat, Pulau Padamarang. Kelima, Kawasan Karts Pulau Muna. Keenam, Kawasan Karts Matarombeo. Ketujuh, Kawasan mangrove Buton Utara,” ungkapnya.

Iklan oleh Google

Belli menjelaskan, peluang peningkatan wisatawan nusantara masih cukup tinggi, dengan memanfaatkan kelompok masyarakat dengan pengeluaran menengah atas serta kelompok masyarakat berusia muda dan dewasa.

“Setidaknya ada empat strategi yang akan ditempuh Dispar Sultra dalam mencapai target kunjungan wisnus melalui Gernas BBWI, yakni kampanye masif, integrasi dengan promo paket wisata, ketersediaan transportasi efisien dan terjangkau, dan aspek keberlanjutan,” paparnya.

Dia menambahkan, Strategi BBWI dapat dipilah dalam bentuk tematik bulanan. Misalnya, Januari (bulan lunar festival), Februari (bulan bumi pertiwi), dan Maret (bulan Film).

Pada bulan Februari, kata Belli, sebagai bagian dari tematik bulan bumi pertiwi, pihaknya mencoba memasarkan produk wisata adventure dalam event ASEAN Tourism Fair (ATF) yang digelar di Yogyakarta 2-5 Desember 2023.

“Selain itu, kita juga memiliki dua event yang telah masuk dalam kalender wisata nasional yakni Wakatobi Wave dan Festival Kande-Kandea di Tolandona, Buton Tengah,” tambah Belli.

Gernas BBWI juga akan diintegrasikan dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia, misalnya agar hotel-hotel yang ada di Sultra menggunakan produk-produk lokal atau dalam negeri, seperti sabun, shampoo, bahan makanan, dan lainnya, termasuk lagu-lagu yang didendangkan dari musisi Indonesia atau music-musik etnik atau khas di daerah. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
   
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi