Salah satu warga Kabupaten Muna Barat (Mubar) atas nama Maun (36), yang berasal dari Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi meninggal dunia usai diserang kelompok kriminal bersenjatakan (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Informasi tersebut dibenarkan oleh kepala desa Marobea, Muslimin Salim.
Muslimin mengaku, berdasarkan informasi korban bersama enam orang lainnya dikabarkan meninggal setelah diserang KKB pada Senin 16 Oktober 2023.
Jasad mereka baru bisa dievakuasi oleh Satgas Damai Cartenz dan Brimob Polda Papua pada Selasa 17 Oktober 2023.
“Saat ini jenazah korban sudah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan,” katanya.
Muslimin Salim mengatakan, berdasarkan informasi yang beredar di media online, identitas korban merupakan asal Sulsel. Namun setelah ditelusuri, nama Maun tersebut asal Muna Barat, Sultra.
“Kebenarannya sudah ditelusuri oleh keluarga yang bertugas di kesatuan di sana. Hanya memang dulu dia ikut bosnya untuk kerja di sana . Mungkin dia pake KTP tembak. Tapi, berdasarkan ciri-ciri dan wajah dia orang Muna Barat,” jelasnya.
Kades Marobea yang sering disapa Cak Imin ini mengaku bahwa korban memang sudah lama di Papua. Sekitar dua tahun yang lalu korban sempat pulang kampung di Marobea. Setelah itu ia kembali di Papua untuk mencari pekerjaan. Di sana ia bekerja sebagai sopir truk dan excavator.
Iklan oleh Google
“Dia hanya kerja di sana. Dia jadi sopir, biasa dia bawa mobil truk dan excavator”, kata Cak Imin.
Cak Imin juga mengaku bahwa korban adalah leting waktu sekolah di SMP, korban juga sosok yang baik dan mudah bergaul semasa hidupnya.
Saat ini, kata Cak Imin, pihak keluarga dan kerabat sementara berupaya agar jenazah korban bisa dipulangkan di kampung halaman.
Namun yang menjadi kendala adalah masalah jaringan dan jarak dari RSUD Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan sangat jauh dari kota, karena berdasarkan informasi untuk menuju perkotaan harus menggunakan helikopter sebanyak dua hingga tiga kali.
“Akesnya harus naik pesawat. Termasuk di sana juga kita konfirmasi mereka usahakan sehingga bisa dipulangkan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya secara keji menembak pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Sebanyak 7 orang meninggal akibat serangan itu dengan 6 korban di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Kasatgas Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani mengatakan total 18 orang menjadi korban serangan ini. Sebanyak 7 orang dinyatakan meninggal sedangkan 11 lainnya berhasil selamat.
Dari 7 korban tewas 6 di antaranya berasal dari Sulsel yakni Udin, Maun, Ardi, Hendra, Appe, dan Siger. Sedangkan 1 korban lain bernama Anju berasal dari Sumatera Utara (Sumut).
Serangan dan penembakan ini terjadi di lokasi penambangan emas di Kali I, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin 16 Oktober 2023. (Pialo/yat)
