Pasar Wajo,NawalaMedia.id – Pagelaran Porprov Sultra XlV 2022 di Buton dan Bau-Bau dimaksudkan sebagai ajang talent scouting bagi semua cabor dalam rangka menghadapi Pra PON san kegiatan lain skala nasional.
Selain itu ajang pesta olahraga empat tahunan itu juga terselenggara sebagai bagian dari pembinaan prestasi bagi setiap atlet dimasing-masing cabor.
Menyikapi hal tersebut, cabor sepakbola memperketat verifikasi atlet dalam Porprov 2022.
Ketua Panitia cabor sepakbola Porprov 2022, La Ode Songko Panatagama menegaskan agar tidak ada tim yang menggunakan pemain cabutan dalam ajang Porprov 2022 ini.

Iklan oleh Google
“Saya tegaskan kepada semua tim dari 17 Kabupaten/Kota untuk tidak menyertakan pemain cabutan dalam Porprov ini. Pemain cabutan itu bisa menggunakan pemain luar Sultra dengan merubah KTP atau menggunakan KTP orang lain atau pemain asal Sultra yang sudah mengikuti Porprov didaerah lain juga tidak bisa”, tegas LSP dilapangan Banabungi (25/11).
Lebih lanjut Eksekutif Commitee PSSI Sultra itu juga menjelaskan jika tujuan talent scouting itu adalah mencari talenta terbaik untuk bermain diajang yang lebih tinggi.
“Kalau ada atlet yang sudah main Porprov didaerah lain sepanjang Tahun 2022 ini, maka tidak boleh lagi pemain tersebut ikut Porprov di Sultra. Ini ajang bergengsi, tidak boleh dikotori dengan oknum-oknum pemain yang mental tarkam. Kalau ditemukan pemain seperti diatas yang di diskualifikasi adalah tim”, tegas LSP.
Demikian pula dengan pemain asal daerah lain yang menggunakan KTP Sultra, itu bukan hanya di diskualifikasi tapi juga diproses secara hukum karena melakukab pemalsuan identitas.
“Porprov 2022 ini PSSI lebih tegas demi menjaga marwah dan soortivitas. Makanya kalau ada yang coba-coba mengakali aturan, Saya minta kepada aparat penegak hukum untuk masuk melakukan penindakan”, pungkas mantan Ketua DPW PPP Sultra itu.(rilis)
