Banner Nawala Media
Lewati ke konten
Selasa, 22 September 2026 Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

BGN Hentikan Operasional SPPG Watubangga Imbas Keracunan 57 Siswa di Kendari

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Langkah ini diambil usai 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Kendari, Mulyadi, mengonfirmasi bahwa penghentian distribusi MBG telah diberlakukan sejak Sabtu, 19 September 2026 berdasarkan hasil evaluasi internal lembaga.

“SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga telah mendapat Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN,” ujar Mulyadi dalam keterangannya dikutip, Senin, 21 September 2026

Mulyadi menjelaskan, BGN melalui jajaran SPPG di wilayah Sulawesi Tenggara langsung bergerak cepat melakukan penanganan medis serta berkoordinasi dengan sekolah, fasilitas kesehatan, dan pemerintah daerah setempat. Pihak SPPG juga menjemput dan mengantar para siswa yang terdampak langsung ke rumah sakit.

Guna mengusut tuntas insiden tersebut, investigasi menyeluruh kini tengah berjalan mencakup seluruh rantai produksi makanan.

“Dilakukan pula investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan bahan pangan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemorsian hingga distribusi makanan. Sampel makanan juga telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang,” tuturnya.

Terkait kondisi para korban, BGN mencatat total 57 siswa terdampak dan memastikan seluruh biaya penanganan medis ditanggung sepenuhnya oleh negara.

“Pihak BGN menanggung biaya pengobatan dan perawatan siswa terdampak,” tegas Mulyadi.

Saat ini, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa sedang menjalani uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kontaminasi. BGN berjanji memperketat pengawasan SOP keamanan pangan di seluruh jaringan SPPG Sulawesi Tenggara agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya dilaporkan puluhan santri Pondok Pesantren Al Askar 03 di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mendadak mengalami gejala mual hingga pusing dan harus mendapatkan penanganan medis usai mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 18 September 2026.

Kapolsek Baruga AKP La Ode Hasmil Hamzah membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut saat ini para korban dugaan keracunan dari MBG sedang mendapatkan perawatan medis.

“Korban keracunan MBG di Pondok pesantren Al Askar. Total korban sampai saat ini sebanyak 56 orang. 53 orang putri dan 3 orang putra, ujar Hasmil dalam keterangannya.

Dari informasi yang di dapatkan, paket MBG di pondok pesantren tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga

Adapun hidangan MBG tersebut menyajikan menu nasi putih, ikan tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng. Kemasan paket mencantumkan batas maksimal konsumsi hingga pukul 13.30 WITA, di mana para santri langsung menyantapnya sesuai rentang waktu yang disarankan.

Namun, tidak lama setelah santri putri kembali ke asrama mereka di Jalan Sultan Qaemuddin, sejumlah santri mendadak mengeluhkan sakit kepala hingga mual hebat. (Ahmad Odhe/yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *