Sebanyak 56 santri Pondok Pesantren Al Askar 03 di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mendadak mengalami gejala mual hingga pusing dan harus mendapatkan penanganan medis usai mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 18 September 2026.
Kapolsek Baruga AKP La Ode Hasmil Hamzah membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut saat ini para korban dugaan keracunan dari MBG sedang mendapatkan perawatan medis.
“Korban keracunan MBG di Pondok pesantren Al Askar. Total korban sampai saat ini sebanyak 56 orang. 53 orang putri dan 3 orang putra, ujar Hasmil dalam keterangannya.
Dari informasi yang di dapatkan, paket MBG di pondok pesantren tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga
Adapun hidangan MBG tersebut menyajikan menu nasi putih, ikan tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng. Kemasan paket mencantumkan batas maksimal konsumsi hingga pukul 13.30 WITA, di mana para santri langsung menyantapnya sesuai rentang waktu yang disarankan.
Namun, tidak lama setelah santri putri kembali ke asrama mereka di Jalan Sultan Qaemuddin, sejumlah santri mendadak mengeluhkan sakit kepala hingga mual hebat.
Hingga saat ini, data kepolisian mencatat rincian korban yang dirawat meliputi 20 santri perempuan di RS Dewi Sartika, 27 di Puskesmas Lepo-Lepo, serta 7 santri perempuan di Puskesmas Ranomeeto dan RS Bahteramas 3 santri.
Sementara itu, empat santri di Puskesmas Lepo-Lepo telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik oleh tim medis.
Pihak berwenang mengindikasikan jumlah korban berpotensi bertambah mengingat jumlah paket makanan yang dibagikan mencapai ratusan porsi. Sementara itu, sampel menu makanan MBG telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Provinsi Sultra untuk menguji penyebab pasti keracunan tersebut. (Ahmad Odhe/yat)


