Mayat Ditemukan di Teluk Ternyata Guru SMAN 9 Kendari, Rekannya Masih Hilang
Mayat yang menggegerkan Warga Kelurahan Tipulu Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari di sekitar water sport Kendari, Senin 17 Oktober 2022 pagi diketahui berprofesi sebagai guru di SMA Negeri 9 Kendari.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Kombes Pol Muhammad Eka Faturahman.
Ia mengatakan mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut adalah seorang guru SMAN 9 kendari yang merupakan warga Jalan Bunga Seroja I Kelurahan Lahundape Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.
“Korban bernama Herman seorang PNS guru di SMAN 9 Kendari ditemukan sekitar pukul 07.30 WITa,” kata Eka dalam keterangannya Senin, 17 Oktober 2022.
Lebih lanjut, Informasi awal dari keluarga bahwa korban mencari ikan bersama 1 orang temannya, yang sama profesinya seorang guru di SMAN 9 Kendari.
Saat ini, tim kepolisian bersama Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap teman korban.
“Kami dan Tim SAR serta keluarga korban, masih mencari teman korban, yang saat ini masih belum ditemukan juga,” ujarnya.
Iklan oleh Google
Sebelumnya, warga Kota Kendari digemparkan dengan penemuan sesosok mayat di Teluk Kendari, Senin 17 Oktober 2022.
Korban yang diketahui bernama Herman (45) itu ditemukan di depan kawasan Water Sport Kendari dalam keadaan meninggal dunia.
“Selanjutnya dievakuasi menuju RS Bhayangkara,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari Aris Sofingi dalam keterangannya.
Sebelumnya, kata Aris, pihaknya menerima informasi dari keluarga korban bernama La Ode Mane bahwa pada Minggu 16 Oktober 2022 pukul 18.00 WITa telah terjadi kecelakaan kapal yakni 1 buah perahu dengan penumpang 2 orang yang pasang pukat di sekitar perairan Teluk Kendari yang belum kembali.
“Berdasarkan laporan tersebut diatas, pada pukul 07.15 WITa Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan untuk memberikan bantuan SAR,” kata Aris Sofingi.
Ia menjelaskan, pada Minggu 16 Oktober 2022 sekitar pukul 04.00 WITa, dua orang pencari ikan keluar untuk memasang pusat di sekitar Teluk Kendari dengan menggunakan perahu.
Kebiasaan korban kembali pada pukul 13.00 WITa, namun hingga pukul 18.00 WITa korban belum juga kembali.
“Pihak keluarga telah melakukan pencarian dengan hasil nihil,” tuturnya. (Ahmad Odhe/yat)
