Rencana pembangunan jembatan penghubung Pulau Muna dan Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) masih terkendala biaya.
Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakil Rakyat (DPR) RI, Ridwan Bae mengatakan, desain dan perencanaan pembangunan jembatan penghubung Pulau Muna-Buton sudah selesai. Namun sekarang yang menjadi persoalan skema pembiayaan.
Ada beberapa skema pembiayaan pembangunan jembatan tersebut. Yakni, skema Anggaran Pendapana Belanja Negara (APBN). Tapi karena ada kebijakan Presiden bahwa proyek yang tidak diselesaikan pembangunannya sampai tahun 2024 disetop.
Kemudian melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang menilai jembatan penghubung Pulau Muna-Buton belum layak dari segi ekonomi.
Iklan oleh Google
Lanjut mantan Bupati Muna ini mengatakan, ada satu kesepahaman dengan Kementerian PUPR bahwa kawasan timur Indonesia tidak bisa disamakan dengan kawasan bagian barat Indonesia, karena infrastruktur sudah selesai dengan gampang swasta investasi.
Kalau di kawasan Timur Indonesia termasuk Sultra harus pemerintah duluan yang membangun, setelah pemerintah membangun infrastrukturnya maka swasta masuk.
“Dua skema ini mungkin agak berat, tapi skema terakhir memakai bantuan luar negeri atau kita mencari pinjaman luar negeri. Kita sekarang lagi carikan polanya, kalau sudah ada itu InsyaAllah bisa berjalan,” kata Ridwan.
Untuk diketahui, pembangunan jembatan penghubung Pulau Muna dan Buton dibangun di atas lahan seluas 70 hektard dengan anggaran ditaksir mencapai Rp15 triliun. (re/yat)
