Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Kejar Tahanan Kabur ke Hutan, Petugas Polres Kolaka Utara Digigit Ular Hingga Dirawat

16

Seorang personel Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai digigit ular saat memburu tahanan yang kabur ke area hutan dan pegunungan.

Kasi Humas Polres Kolaka Utara, Aipda Ahmad Saiful, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menyebut personel yang sempat mendapatkan perawatan medis itu kini telah diperbolehkan pulang.

“Iya, (satu petugas digigit ular). Sempat rawat inap satu hari. Alhamdulillah tadi sudah keluar dari rumah sakit,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Senin, 6 Juli 2026.

Ahmad menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 5 Juli 2026, ketika tim gabungan melakukan penyisiran di kawasan Pegunungan Simbula, Kecamatan Katoi, Kolaka Utara. Medan yang berupa hutan lebat dan perbukitan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Pengejaran tersebut dilakukan untuk memburu lima tahanan rutan Polres Kolut yang statusnya masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kejadiannya (petugas digigit ular) kemarin di Pegunungan Simbula, (saat melakukan pengejaran terhadap lima tahanan yang masih kabur),” imbuh Ahmad.

Sejauh ini, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kolaka Utara telah berhasil membekuk enam dari total 11 tahanan yang melarikan diri. Keenamnya ditangkap di beberapa lokasi berbeda selama masa pelarian.

Iklan oleh Google

Penangkapan terbaru dilakukan pada Minggu, 5 Juli 2026 pagi. Petugas berhasil mengamankan satu tahanan yang melarikan diri lintas provinsi hingga ke wilayah Danau Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Diketahui sebanyak 11 tahanan dilaporkan melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kolaka Utara pada Kamis 2 Juli 2026 dini hari lalu.

Kapolres Kolaka Utara (Kolut) AKBP Ritman Todoan Agung Gultom mengatakan 11 tahanan tersebut kabur dengan menggunakan sarung shalat dan selang air untuk naik ke Fentilasi sel.

“Tahanan itu melarikan diri dari bilik jemuran di dalam sel tahanan polres kami. Nah di dalam bilik jemuran itu, agar matahari bisa masuk, di bagian atas ditutup dengan ventilasi dan teralis,” ujarnya kepada awak media.

Ritman menyebut di dalam bilik jemuran itu, ada selang. Untuk mengakses bilik jemuran itu, harus melalui akses bilik utama yang biasanya digunakan para tahanan untuk shalat berjamaah.

Kata dia, para tahanan juga diduga memanjat ke atas ventilasi dengan tangga manusia untuk merusak teralis ventilasi. Setelah jeruji berhasil dibobol, tahanan satu per satu naik menggunakan selang air.

“Naik ke teralis ventilasi menggunakan selang. Dari lantai dua mereka mengikat sarung yang digunakan shalat itu, diikat-ikat menjadi satu, turun menggunakan sarung shalat itu,” pungkasnya.

Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengejaran intensif di dalam hutan dan perbatasan wilayah demi menangkap lima tahanan tersisa yang masih buron. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi