Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Lima Tahanan Kabur di Polres Kolut Masih Buron

9

Tim unit reaksi cepat (URC) Polres Kolaka Utara (Kolut) berhasil meringkus kembali 1 orang dari 11 tahanan yang kabur dari rumah tahanan (Rutan) pada minggu, 5 Juli 2026 pagi. Pada pencarian hari ke 3 itu, tim kepolisian berhasil meringkus 1 tahanan tersebut di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kasi Humas Polres Kolaka Utara Aipda Ahmad Saiful membenarkan penangkapan tahanan tersebut.

“1 orang tahanan inisial P yang sebelumnya melarikan diri telah di tangkap. Penangkapan dilakukan di wilayah Danau Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya Saiful.

Dengan ditangkapnya 1 orang tahanan tersebut, hingga saat ini kepolisian Resort Kolaka Utara telah menangkap 6 Orang tahanan dari 11 tahanan kabur. Lima diantaranya di ketahui ditangkap dilokasi yang berbeda di Kabupaten Kolaka Utara.

Sementara itu, ima orang tahanan lainnya masib melarikan diri dan proses pengejaran oleh kepolisian.

Polres Kolaka Utara juga mengimbau kepada tahanan lainnya yang masih dalam pencarian agar segera menyerahkan diri.

Iklan oleh Google

“Kepada masyarakat yang memiliki informasi, diharapkan dapat membantu dengan melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tambah Aipda Ahmad.

Sebelumnya, 11 tahanan berhasil kabur dari Rutan Polres Kolaka pada hari kamis, 2 Juli 2026 dini hari. Kapolres Kolaka Utara (Kolut) AKBP Ritman Todoan Agung Gultom mengatakan 11 tahanan tersebut kabur dengan menggunakan sarung shalat dan selang air untuk naik ke Fentilasi sel.

“Tahanan itu melarikan diri dari bilik jemuran di dalam sel tahanan polres kami. Nah di dalam bilik jemuran itu, agar matahari bisa masuk, di bagian atas ditutup dengan ventilasi dan teralis,” ujarnya kepada awak media.

Ritman menyebut di dalam bilik jemuran itu, ada selang. Untuk mengakses bilik jemuran itu, harus melalui akses bilik utama yang biasanya digunakan para tahanan untuk shalat berjamaah.

Kata dia, para tahanan juga diduga memanjat ke atas ventilasi dengan tangga manusia untuk merusak teralis ventilasi. Setelah jeruji berhasil dibobol, tahanan satu per satu naik menggunakan selang air.

“Naik ke teralis ventilasi menggunakan selang. Dari lantai dua mereka mengikat sarung yang digunakan shalat itu, diikat-ikat menjadi satu, turun menggunakan sarung shalat itu,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi