Sebanyak 11 tahanan dilaporkan melarikan diri atau kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi nekat ini diduga dilakukan dengan cara memotong teralis besi plafon dan memanjat menggunakan selang.
Berdasarkan rekaman video bertanda air 2 Juli 2026 yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada dini hari. Dalam video itu, tampak sejumlah pria diduga petugas sedang memeriksa lokasi yang menjadi jalur pelarian para tahanan.
“Di sini dia keluarnya lewat sini,” ujar salah seorang pria dalam rekaman sembari mengarahkan lampu senter ke arah atap bangunan.
Petugas menunjukkan bahwa para tahanan kabur melalui lubang plafon yang teralis besinya tampak telah dipotong. Di lokasi tersebut, menjuntai dua buah selang yang diduga kuat digunakan oleh para tahanan sebagai tali untuk memanjat dinding beton yang cukup tinggi.
“Sebelas orang ya. Coba cek, mungkin masih ada di lantai dua mereka ini. Cepat,” seru petugas lain dalam video tersebut menginstruksikan penyisiran area gedung.
Iklan oleh Google
Dari visual yang terlihat, kondisi lantai di bawah lubang pelarian tampak tergenang air dan dipenuhi beberapa helai sampah serta potongan kabel.
Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Sultra Kompol Sarwo Agung Edy Wibowo di konfirmasi mengenai kejadian tersebut menyebut pihaknya belum menerima informasinya. Pihaknya akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu mengenai kejadian tersebut.
“Kami Cek dulu informasi tsb (tersebut),” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol lis kristian dan Kasi Humas Polres Kolaka Utara saat di konfirmasi mengenai kejadian tersebut belum memberikan jawaban.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak Polres Kolaka Utara guna mendapatkan konfirmasi resmi mengenai identitas para tahanan dan kronologi lengkap peristiwa tersebut. (Ahmad Odhe/yat)
