Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Tekan Inflasi, Pemda Mubar Kolaborasi dengan Pemprov Sultra

126

Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) terus melakukan upaya dalam rangka menekan laju inflasi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam melaksanakan gerakan pangan murah.

Pejabat (Pj) Bupati Mubar, La Ode Butolo menyampaikan bahwa kolaborasi Pemda Mubar dengan Pemprov Sultra dalam melakukan gerakan pangan murah tersebut sebagai upaya menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo dalam menekan laju inflasi di daerah.

Kata dia, posisi inflasi di Mubar awal Januari mencapai 9.23 persen. Raihan itu menempatkan posisi Mubar tertinggi secara nasional dan menjadi isu nasional.

“Untuk menekan inflasi ini, Pj Bupati Mubar bersama kepala OPD langsung turun lapangan melakukan sidak pasar.
Alhamdulillah, satu minggu lakukan perjalanan itu inflasi Mubar turun menjadi 3,94 persen. Tapi itu bukan kerja-kerja saya, itu kekompakan kerja bersama kepala OPD di Mubar,” jelasnya saat membuka gerakan pangan murah di Lapangan Lapolea, Rabu 17 Januari 2024.

Staf Ahli Gubernur Sultra ini juga berharap, dengan adanya gerakan pangan murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menekan laju inflasi di Mubar.

“Gerakan pangan murah ini membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, untuk menjangkau harga pada 21 komoditas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara, Ari Sismanto mengatakan gerakan pasar murah ini untuk memastikan kestabilan harga pangan, khususnya pangan pokok dan pangan strategis yang ada di masyarakat, sehingga masyarakat berbelanja dengan harga murah.

Gerakan pangan murah ini untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menjaga antara keseimbangan dan harga yang stabil sehingga diharapkan ekonomi makro akan berjalan dan dipastikan inflasi akan terkendali dengan baik”, ujarnya.

Iklan oleh Google

Ari Sismanto juga mengaku bahwa salah satu penyumbang inflasi di Mubar adalah komoditas beras diikuti komoditas cabe dan bawang putih.

“Untuk beras kita siapkan perhari sekitar empat ton, tapi kalau kurang nanti saya ambilkan lagi,” katanya.

Selain gerakan pangan murah, Pemprov Sultra juga telah menyiapkan bantuan beras bagi kelompok masyarakat.
Bantuan itu akan dibagikan minggu depan dan menyasar 9.922 keluarga penerima manfaat (KPM).

“Minggu depan kami juga akan membagikan sebesar 10 kg beras per KPM, dan itu akan dilakukan selama enam bulan berturut-turut,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muna Barat, La Ode Aka mengatakan gerakan pangan murah ini menyasar seluruh wilayah Sulawesi Tenggara, dan di Muna Barat akan dilaksanakan selama dua hari.

“Kami bekerjasama dengan pihak Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Untuk komoditi yang disiapkan yaitu beras SPHP seharga Rp53.000 per lima kilogram, beras premium Rp65.000 per lima kilogram, beras MM Rp128.000 per 10 kilogram, beras BMW Rp130.000 per 10 kilogram.

Telur ayam Rp48.000 per rak, minyak kita Rp14.000 per liter dan 5 liter seharga Rp50.000, minyak sedap Rp18.000 per liter, minyak sedap per dua liter Rp35.000 dan per lima liter seharga Rp90.000, minyak Bimoli Rp21.000 per liter, per dua liter seharga Rp38.000, dan per lima liter seharga Rp100.000.

Kemudian, minyak damai Rp15.000 per liter, gula pasir Rp16.000 per kilogram, bawang putih Rp20.000 per setengah kilogram, dan bawang merah Rp20.000 per setengah kilogram. (Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi