Banner Nawala Media
Lewati ke konten
Kamis, 15 Oktober 2026 Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

63 Siswa SD dan SMA di Konawe Selatan Diduga Keracunan Program MBG

Sebanyak 63 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak tumbang dan harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Angata pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Para pelajar tersebut diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SMAN 10 Konsel, Liy, membenarkan insiden yang menimpa puluhan anak didiknya. Ia menjelaskan, para siswa mulai merasakan gejala sakit perut hingga mual secara bertahap beberapa saat setelah menyantap menu MBG pada Selasa (13/10/2026) sore hingga malam.
Kondisi para siswa terus memburuk hingga puncaknya harus dilarikan ke puskesmas pada Rabu pagi.

“Informasinya, setelah menyantap MBG kemarin para siswa mulai merasakan sakit perut dan mual, puncaknya hari ini,” ujar Liy saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Tak hanya melanda siswa SMA, dugaan keracunan makanan ini juga menyasar puluhan murid SD di wilayah sekitar. Lonjakan jumlah korban yang berdatangan secara bersamaan sempat membuat fasilitas kesehatan setempat kewalahan.

“Bukan hanya anak SMA, anak SD juga banyak yang masuk. Sekarang sudah full ini Puskesmas,” lanjut Liy.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana di Puskesmas Angata tampak riuh. Sejumlah siswa bahkan pingsan dan menangis histeris akibat tak mampu menahan rasa sakit pada bagian perut.
Dihubungi secara terpisah, Kapolres Konawe Selatan AKBP Daeng Riandika Mahardani mengonfirmasi bahwa kepolisian telah turun tangan dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan.
Daeng mencatat total ada 63 pelajar yang mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Angata.

“Sudah ditangani anggota, ada 27 orang siswa SD dan 36 orang siswa SMA di Puskesmas,” ungkap Daeng.

Berdasarkan penelusuran awal, pasokan Makanan Bergizi Gratis tersebut didistribusikan oleh Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angata, Konawe Selatan. Saat ini, kepolisian masih mengumpulkan sampel dan menunggu hasil uji laboratorium terkait menu makanan yang dikonsumsi para siswa sehari sebelumnya.

“Masih diperiksa anggota, karena sudah sehari kejadiannya,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Konsel, pengelola SPPG Angata, maupun pihak yayasan penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden keracunan massal tersebut. (Ahmad Odhe/yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *