Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

2.198 Rumah Terdampak Banjir di Kota Kendari

113

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat hingga Jumat, 8 Maret 2024 pukul 10.15 WITa, ada 2.198 rumah atau kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir yang tersebar di 10 kecamatan.

Sebelumnya banjir melanda Kota Kendari pada Rabu, 6 Maret 2024 malam. Akibatnya sejumlah wilayah di Kota Kendari tergenang air dan warga harus mengungsi.

Dalam keterangan tertulisnya BPBD Kota Kendari menyebut 10 wilayah tersebut yakni Kecamatan Kendari, Kecamatan Kendari Barat, Kecamatan Mandonga, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Baruga, Poasia dan Abeli serta Kecamatan Nambo.

Pada Kecamatan Kendari sebanyak 563 rumah menjadi korban banjir. Di daerah tersebut Kelurahan Kampung Salo yang terbanyak menjadi korban yakni sebanyak 512 rumah.

Kemudian Kecamatan Kendari Barat 561 rumah. Di kecamatan tersebut ada 51 rumah terkena tanah longsor. Dan Kecamatan Mandonga 267 rumah. Sementara itu di Kecamatan Puuwatu terdapat 31 rumah, Kecamatan Kadia 129 rumah.

Selanjutnya di Kecamatan Wua-wua terdapat 566 rumah, Baruga 58 rumah , Poasia 13 rumah , Abeli 20 rumah, dan Kecamatan Nambo 27 rumah.

Pemerintah Kota Kendari telah mengeluarkan status darurat tanggap bencana untuk Kota Kendari. Peringatan ini dikeluarkan dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir bersama Forkopimda, Kamis 7 Maret 2024.

Iklan oleh Google

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan, berdasarkan data BMKG mengenai curah hujan sedang hingga lebat masih akan melanda Kota Kendari hingga tiga hari ke depan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup meminta, agar OPD, camat, lurah bersama Forkopimda membentuk posko tanggap darurat di kecamatan dan kelurahan, sehingga pelaporan bencana ataupun bantuan dapat diperoleh lebih cepat.

“Alhamdulillah hari ini saya melihat mulai dari semalam, terima kasih bapak TNI/Polri, Basarnas, BMKG terus berjibaku bersama-sama membantu menangani banjir yang terjadi di Kota Kendari, terus semangat jaga kesehatan untuk membantu korban banjir di Kota Kendari,” ujar Pj Wali Kota dalam rakor penanggulangan bencana.

Pj Wali Kota Kendari juga meminta agar early warning system atau sistem peringatan dini bencana dapat langsung diterima oleh masyarakat sebelum terjadinya bencana. Sehingga masyarakat dapat mengambil langkah yang terbaik sebelum terjadinya bencana.

Selain itu, diberikan pemahaman atau edukasi kepada masyarakat mengenai antisipasi bencana. Utamanya mengenai skenario maupun upaya-upaya penyelamatan dalam situasi bencana.

Sementara itu, Kepala BMKG Kendari, Sugeng Widarko membeberkan penyebab curah hujan sedang dan tinggi di Kota Kendari disebabkan oleh adanya belokan angin (shearline) yang dapat meningkatkan pertumbuhan curah hujan.

“Ini bisa menyebabkan curah hujan sedang hingga lebat. Kalau hujan yang semalam itu kami sudah di kategori ekstrem, karena kalau dihitung dalam jam itu, curah hujan yang tercatat itu 173,6 mm dan kalau kita lihat normalnya di bulan Maret itu sekitar 290-an tau 300 dan ini sudah hampir kita capai dalam dasarian 1 dan kita baru masuk tanggal 7,” jelas kepala BMKG.

Selain karena pengaruh arah belokan angin, Kepala BMKG menyebut fenomena ini dipengaruhi juga oleh Madden Julian Oscillation sehingga berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Kendari. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi