Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

HUT ke-54, Basarnas Kendari Tegaskan Soliditas di Tengah Tugas Kemanusiaan

19

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dengan serangkaian kegiatan sosial dan khidmat. Mengusung tema “Soliditas dalam Tugas Kemanusiaan”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi pengabdian panjang lembaga tersebut di garda terdepan keselamatan negara.

Rangkaian peringatan di Kendari diisi dengan aksi kemanusiaan berupa donor darah yang berhasil mengumpulkan 98 kantong darah, serta upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, saat membacakan sambutan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa usia 54 tahun merupakan fase matang bagi institusi dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari kecelakaan transportasi hingga bencana alam.

“Basarnas hadir bukan hanya sebagai institusi, tetapi sebagai garda terdepan negara dalam memberikan harapan, pertolongan, dan keselamatan bagi masyarakat,” ujar Amiruddin di Kendari, pada Sabtu 28 Februari 2026.

Peringatan tahun ini terasa berbeda karena bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan. Amiruddin menekankan bahwa di balik setiap operasi SAR yang dilakukan, terdapat satu nilai luhur yang tidak pernah berubah, yakni nilai kemanusiaan.

Iklan oleh Google

“Basarnas hadir ketika masyarakat berada dalam situasi paling sulit. Basarnas menjadi simbol harapan ketika keluarga menanti dengan doa,” imbuhnya.

Menghadapi tantangan masa depan, Basarnas berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia (SDM), memodernisasi sarana dan prasarana, serta memperkuat kekompakan dengan seluruh unsur potensi SAR.

Sejarah Basarnas sendiri merupakan perjalanan panjang yang dimulai sejak tahun 1950, saat pemerintah Indonesia meratifikasi konvensi International Civil Aviation Organization (ICAO). Langkah ini berlanjut pada 1966 dengan ratifikasi konvensi International Maritime Organization (IMO).

Secara resmi, organisasi SAR Nasional baru dibentuk pada 1972 melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1972 dengan nama Badan SAR Indonesia (BASARI). Seiring berjalannya waktu dan dinamika birokrasi, institusi ini mengalami beberapa kali transformasi nama dan struktur:
* 1979: Berubah menjadi Badan SAR Nasional (BASARNAS) di bawah Departemen Perhubungan.
* 2007: Menjadi Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) melalui Perpres Nomor 99 Tahun 2007.
* 2014 & 2016: Berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2014 dan Perpres Nomor 83 Tahun 2016, nomenklatur resmi berubah menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

Hingga saat ini, Basarnas telah dipimpin oleh 17 Kepala Badan dan terus bertransformasi menjadi lembaga yang lebih mandiri dan profesional dalam menyelenggarakan Operasi SAR di seluruh wilayah Indonesia.

“Basarnas harus semakin kuat dalam sistem SAR Nasional, semakin dipercaya masyarakat, dan siap menjawab setiap panggilan tugas kapan pun dan di mana pun,” tutup Amiruddin. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi