Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

FIB UHO Gelar Seminar Sejarah dan Arkeologi Sultra

101

Jurusan Ilmu Sejarah dan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar seminar nasional di salah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 20 Juli 2022.

Seminar nasional yang menghadirkan pembicara dari sejumlah universitas yang ada di Indonesia ini mengangkat tema “Desa Dalam Prespektif Sejarah dan Arkeologi Guna Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”.

Seminar ini dibuka oleh Wakil Rektor II UHO, Prof Weka Widayanti yang mewakili Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun Firihu.

Wakil Rektor II UHO, Prof Weka Widayanti menyampaikan, setiap fakultas minimal satu kali dalam satu tahun melaksanakan seminar nasional maupun internasional.

Seminar ini juga bukan hanya sekadar kajian ilmiah tapi karena desa dalam prespektif sejarah dan arkeologi mempunyai peran penting mempelajari sejarah dan karakter bangsa melalui masyarakat terkecil di desa.

 

“Nilai-nilai mengandung kearifan lokal itu bagaimana perilaku berbudaya dan berinteraksi dengan lingkungan. Sehingga kita implementasikan sekarang untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Iklan oleh Google

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr Akhmad Marhadi menyampaikan, acara seminar ini menjadi agenda UHO dan Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan seminar nasional terkait Sejarah dan Arkeologi.

Ia menilai tema kegiatan desa dalam prespektif sejarah dan arkeologi sangat penting untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Sulawesi Tenggara.

Kemudian bagaimana melihat sejarah dan peninggalan arkeologi yang harus dirawat di tengah banyak tambang-tambang yang ada di desa dan turut mengancam peninggalan-peninggalan sejarah di Sultra.

“Seminar ini harus muncul niat untuk menyelamatkan peninggalan arkeologi sebagai identitas sejarah di Sultra. Nilai-nilai sejarah dan arkeologi ini harus dirawat sebagai bagian kekayaan yang kita miliki semua dalam mendukung karakter dari bangsa ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, kalau sejarah dilupakan karena arus globalisasi dan digitalisasi berarti tidak bisa memberikan edukasi kepada generasi bangsa ini.

“Tapi dengan seminar ini bisa memberikan berkontribusi kepada bangsa dan negara tentang nilai-nilai sejarah dan arkeologi dalam kajian yang bisa kita kerjakan,” tutupnya. (re/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi