Sebanyak 10.075 peserta mulai mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam rangka Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan ujian ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 21 hingga 28 April 2026.
Pelaksanaan ujian tersebar di 30 titik lokasi di dalam lingkungan kampus UHO dengan pengawasan ketat untuk menjamin sterilitas proses seleksi.
Plt Rektor UHO Kendari, Dr. Herman, menyatakan pihaknya telah membekali para pengawas dari unsur dosen internal melalui bimbingan teknis (bimtek) khusus. Selain itu, tim monitoring dari pusat juga diterjunkan untuk meninjau langsung jalannya ujian.
“Sistemnya sekarang serba digital, mulai dari absensi kedatangan hingga berita acara ujian. Tadi pagi saya sudah berkeliling bersama tim monitoring pusat untuk memastikan semua proses berjalan sesuai prosedur,” ujar Herman saat ditemui pada Selasa, 21 April 2026.
Herman memastikan UTBK tahun ini bersifat inklusif dengan hadirnya peserta dari kelompok disabilitas. Ia menekankan bahwa pemenuhan hak-hak peserta berkebutuhan khusus menjadi prioritas panitia demi memberikan kesempatan pendidikan yang setara.
“Kita siapkan fasilitas pendukung. Kewajiban kita adalah memenuhi hak-hak mereka sebagai peserta tes. Saya tadi sempat bertanya langsung kepada peserta mengenai kendala lokasi atau fasilitas, dan sejauh ini semua berjalan baik,” tuturnya.
Iklan oleh Google
Terkait potensi kecurangan atau keterlibatan pihak ketiga (calo), Herman mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan. Ia menjamin sistem UTBK yang sepenuhnya berbasis komputer menutup celah manipulasi nilai.
“Kalau ada yang mengatasnamakan bisa membantu urusan kelulusan, saya pastikan itu omong kosong. UTBK ini berbasis komputer, yang menyeleksi adalah sistem. Jadi tidak ada istilah si A atau si B bisa membantu,” tegas Herman.
Hingga hari pertama, pihak universitas melaporkan belum ada kendala teknis maupun komplain dari peserta.
Wakil Rektor Bidang Akademik UHO, Prof. Santiaji Bande, menjelaskan bahwa jalur SNBT merupakan salah satu dari tiga jalur penerimaan mahasiswa baru di UHO dengan pembagian porsi yang ketat.
“Pembagiannya adalah 30 persen jalur Prestasi (SNBP), 40 persen jalur Tes (SNBT), dan maksimal 30 persen jalur Mandiri,” jelas Santiaji.
Dia merinci kuota penerimaan mahasiswa UHO 2026 Jalur SNBT (Tes) 3.796 kursi. Jalur SNBP (Prestasi) 2.846 kursi (Hanya 2.434 yang terpenuhi dari hasil seleksi). Jalur Mandiri 2.822 kursi.
Dia menambahkan UHO menawarkan program studi (prodi) yang variatif mencakup 78 prodi S1 dan 5 prodi Diploma 3. Pada tahun ini, Fakultas Hukum menjadi pemilik daya tampung terbesar dengan 400 kursi, disusul oleh Prodi Kesehatan Masyarakat dengan 365 kurs, dan Manajemen sebanyak 265 kursi. (Ahmad Odhe/yat)
