Banner Nawala Media
Lewati ke konten
Rabu, 7 Oktober 2026 Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

UHO Kendari Luncurkan WebGIS Batas RT di Kendari, Permudah Pendataan Bansos hingga Stunting

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Universitas Halu Oleo (PKMI-UHO) menyelesaikan pemetaan partisipatif batas wilayah berbasis digital di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Langkah ini menjadi terobosan baru dalam pengelolaan data geospasial tingkat Rukun Tetangga (RT) di kawasan Sultra.

Pemetaan tersebut mencakup penentuan batas RT dan Rukun Warga (RW), hingga penyusunan Sistem Informasi Geografis berbasis web (WebGIS) yang memuat nomor rumah dan nama kepala keluarga. Tim PKMI-UHO memusatkan uji coba sampel di wilayah dengan tingkat heterogenitas tinggi, yakni RT 006/RW 003 Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, pada 29 Agustus hingga 12 September 2026.

Ketua Tim PKMI-UHO, Dr. Irfan Ido, menyampaikan bahwa penerapan teknologi digital ini dirancang untuk mempermudah pemerintah dalam mengelola data kependudukan secara akurat dan terintegrasi.

“Tujuan dari program yang kami gagas adalah memudahkan banyak pihak, termasuk dalam hal pemberian bantuan sosial yang bersifat program pemerintah maupun data statistik lainnya,” kata Irfan dalam keterangannya.

Irfan menjelaskan, pemetaan berbasis WebGIS mampu menyajikan data secara digital hingga tingkat Kepala Keluarga (KK). Jika diterapkan secara masif, sistem ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi tata kelola administrasi di tingkat kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

Program pengabdian masyarakat ini didukung penuh oleh Pascasarjana UHO dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHO. Kegiatan tersebut melibatkan lintas akademisi senior seperti Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, Dr. Ir. Lukman Yunus, dan Dr. Zulfikar, serta 10 mahasiswa dari program S2 Perencanaan Pengembangan Wilayah dan S1 Geografi.
Integrasi Data Demografi
Dalam pelaksanaannya, tim mengadopsi perangkat lunak GIS komersial mutakhir untuk menggabungkan data lokasi spasial—seperti koordinat, garis lintang, dan garis bujur—dengan data atribut deskriptif kependudukan.
Sistem informasi berbasis web ini memungkinkan visualisasi data dalam bentuk peta interaktif yang dapat diakses oleh instansi pemerintah mulai dari tingkat kelurahan hingga RT.

“Ketika pemetaan batas RT dan RW selesai, data lain bisa dimasukkan ke dalam sistem web yang terhubung di kantor kelurahan hingga RT. Ini mempermudah pemetaan data bantuan sosial, kondisi infrastruktur, stunting, hingga sebaran tenaga kerja,” ujar Irfan.

Ia menambahkan, pendekatan ini mengubah paradigma pendataan statistik dari yang sebelumnya bersifat top-down (dari atas ke bawah) menjadi bottom-up (dari tingkat tapak). Menurutnya, akurasi data wilayah harus dibangun mulai dari tingkat RT untuk menciptakan basis data kota yang komprehensif.

“Jika langkah ini konsisten dikembangkan, Kota Kendari dapat mewujudkan konsep RT Presisi yang berpotensi berkembang menjadi Kota atau Provinsi Presisi dari sisi penyediaan data secara real-time,” pungkasnya.

Setelah tahap penentuan tapal batas awal, tim PKMI-UHO berencana menggelar diskusi kelompok (Focus Group Discussion/FGD) untuk menyepakati dan mematenkan batas antar-RT, sebelum mengintegrasikan indikator data sekunder sektor kesehatan, ekonomi, dan pembangunan. (Ahmad Odhe/yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *