Semarak HUT Mubar, Pemda Gelar Lomba Perahu Bagi Masyarakat Pesisir
Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar berbagai kegiatan pada rangkaian Hari Ulang Tahun Mubar yang ke 9. Kali ini Pemda menggelar lomba perahu bagi masyarakat pesisir. Kompetisi balap perahu ini dilaksanakan di Desa Tondasi Kecamatan Tiworo Utara.
Pj Bupati Mubar, Dr Bahri menyampaikan bahwa lomba balap perahu nelayan tersebut mencerminkan mata pencaharian utama masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan. Lomba ini diadakan agar penduduk pesisir dan kepulauan turut merasakan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Muna Barat.
“Lomba hari ini kita buat untuk saudara-saudara kita di wilayah kepulauan yaitu lomba balap perahu nelayan. Lomba ini mencerminkan bahwa lomba yang kita buat merupakan bagian dari mata pencaharian kita. Dimana wilayah pesisir dan kepulauan mayoritas sebagai nelayan,” ujarnya.
Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri ini mengaku, kegiatan ini merupakan rangkaian hari jadi Mubar ke-9.
Dimana kegiatannya dilaksanakan di wilayah daratan yakni di Kecamatan Lawa. Selanjutnya, kata Bahri, demi rasa keadilan antara darat dan pesisir maka Pemda menggelar kegiatan lomba balap perahu bagi masyarakat pesisir.
“Ini bentuk pemerataan dan perhatian Pemda kepada wilayah pesisir. Hari ini kita buat lomba. Kita harapkan dapat memeriahkan masyarakat kita di pesisir dan daerah-daerah kepulauan. Ini kita lakukan agar mereka turut serta merasakan semarak HUT Mubar ke 9 serta sekaligus pembangunan yang telah kita lakukan,” terang Bahri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, La Djono, selalu panitia pelaksana kegiatan mengatakan, selain untuk merayakan HUT Mubar, lomba ini juga bagian untuk menjalin silahturahmi antara masyarakat Mubar, baik yang dari wilayah kepulauan, pesisir maupun daratan.
“Makanya peserta lomba ini tidak dibebankan biaya pendaftaran alias gratis. Meski gratis tetapi pemerintah daerah telah menyediakan hadiah fantastis bagi para pemenang,” katanya.
Iklan oleh Google
Jono mengaku, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terbagi atas tiga kategori perahu yakni, perahu bermesin 16 PK, 24 PK, dan 30 + PK. Pada kategori balap perahu 16 PK, peserta yang akan berlaga sejumlah 8 orang. Sedangkan pada kategori 24 PK, peserta berjumlah 48 orang yang terbagi dalam 10 grup. Selanjutnya, kategori perahu 30+ PK, diikuti oleh 36 peserta yang terbagi dalam 9 grup.
“Mayoritas partisipan berasal dari wilayah Muna Barat kepulauan. Peserta berasal dari Pulau Maginti, Pulau Bangko, Pulau Santigi, Pulau Santiri, Pulau Tondasi, Pulau Tiga, Pulau Bero, dan Pulau Balu,” bebernya.
Kata Jono, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 15-16 Agustus 2023. Pemda menyediakan hadiah Rp60 juta bagi peserta yang mendapat juara.
“Hadiah itu diberikan kepada pemenang lomba sampai juara tiga. Bagi peserta lomba yang turut mengikuti kegiatan tersebut dan tereleminasi lebih dulu juga mendapatkan bantuan solar 10 liter dari pemerintah daerah,” katanya.
Untuk diketahui kelas 16 PK juara 1 diraih oleh Kapal Aidi 88 dari Desa Santiri dengan hadiah sebesar Rp10 juta, juara 2 diraih oleh kapal Don asal Desa Santiri dengan hadiah sebesar Rp4,5 juta.
Sementara juara 3 diraih oleh kapal Nur Jani dari Desa Santiri dengan hadiah sebesar Rp2,5 juta, dan juara 4 diraih oleh kapal master dari Desa Gala total hadiah Rp1,5 juta.
Kemudian untuk kelas 24 PK, juara satu diraih oleh kapal citer dari Pulau Bangko hadiah sebesar Rp10 juta, juara 2 dari Desa Santiri total hadiah sebesar Rp4,5 juta, juara 3 diraih oleh Tiger Pasi Padangan dengan hadiah Rp2,5 juta, dan juara 4 diraih oleh kapal amvibi dengan hadiah Rp1,5 juta.
Selanjutnya, untuk juara pada lomba balap perahu ajang bergengsi pada kelas 30 PK ke atas, juara 1 diraih oleh Desa Tasipi total hadiah Rp10 juta, juara 2 dengan hadiah sebesar Rp5 juta diraih oleh kapal Yamaha dari Pulau Bangko, juara 3 bersama dengan hadiah sebesar Rp 3,5 juta diraih oleh Cyber Tondasi dan Pasar Jaya dari Maginti. (Pialo/yat)
