Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Puluhan Rumah di Mubar Tergenang Banjir Diduga Akibat Saluran Air Tertutup Timbunan Proyek

196

Puluhan rumah di Desa Kusambi, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) tergenang banjir setelah diguyur hujan deras selama dua hari ini.

Selain karena hujan deras, banjir tersebut diduga terjadi akibat saluran air di wilayah tersebut tertutup oleh timbunan tanah sisa galian pekerjaan proyek di Bandara Sugi Manuru.

Salah satu Warga Desa Kusambi, yang terdampak banjir, Fatma mengatakan, banjir yang menggenangi rumah warga di Desa Kusambi itu baru terjadi setelah ada pekerjaan proyek dan timbunan tanahnya menumpuk di belakang rumahnya.

“Kalau dulu tidak terlalu, nanti sudah ada yang ditimbun di belakang rumah itu baru parah begini,” kata Fatma, Rabu 2 November 2022.

Fatma mengaku, banjir kali ini merupakan dampak dari perambahan hutan di lingkungan tersebut. Hutan tersebut dibersihkan untuk kepentingan pekerjaan proyek di Bandara Sugi Manuru.

“Dulu area tumpukan timbunan tersebut adalah hutan namun karena ada beberapa pekerjaan proyek yang masuk, hutan itu kemudian hilang sekarang bersih dan penuh dengan timbunan tanah,” katanya.

Kata Fatma, sebelum ada perambahan hutan di kawasan tersebut genangan air hujan di lingkungan masyarakat tidak menetap. Namun setelah ada proyek tersebut kawasan hutan yang membantu proses penyerapan air hilang dan saluran air hujan tertutup oleh timbunan tanah.

“Biasanya, saat hujan turun, pepohonan di dalam kawasan hutan tersebut membantu proses penyerapan air. Alhasil, aliran air bisa terkendali dan rumah warga tidak pernah kemasukan air,” katanya.

Fatma berharap pemerintah setempat bisa turun tangan dan secepatnya melakukan langkah-langkah antisipasi agar banjir ini tidak terulang.

Terkait hal itu, Kepala Desa Kusambi, Ruslan, mengakui selain hujan deras, material tanah yang tertumpuk di wilayah tersebut menjadi faktor terjadinya banjir. Kata dia, tumpukan tanah tersebut menghalangi tempat mengalirnya air.

“Tempat penampungan timbunan itu tempat mengalirnya air. Karena terhalang oleh timbunan sehingga air hujan menyebar di rumah-rumah warga,” katanya.

Iklan oleh Google

Ruslan menyampaikan bahwa timbunan tersebut merupakan sisa dari pekerjaan proyek penggalian Bandara Sugi Manuru. Karena tidak ada lahan untuk pembuangan maka tumpukan tanah tersebut disimpan di wilayah tersebut. Apa lagi kata dia, tempat itu merupakan milik kontraktor.

“Di tempatnya sendiri kone (kontraktor). Hanya di situ tempat mengalirnya air,” bebernya.

Terkait keluhan tersebut, Ruslan mengaku telah melakukan langkah-langka dengan berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencari solusi sehingga ke depan tidak terulang.

“Sudah ada solusi dari BPBD tadi. Mau di buatkan talud sehingga air bisa mengalir dan tidak menyebar di pemukiman warga”,tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mubar, Karimin mengatakan secepatnya akan melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi banjir yang menggenangi rumah warga.

Pihak BPBD Mubar sudah meninjau lokasi banjir di Desa Kusambi dan sementara akan melakukan penanganan gawat darurat.

“Sudah ada ini perintah dari pimpinan Pj Bupati Mubar. InsyaAllah secepatnya kita lakukan penanganan tapi kita butuh perencanaan yang matang,” kata Karimin.

Untuk mematangkan perencanaan tersebut, Karimin akan berkordinasi dengan pihak dinas PUPR Mubar seperti apa tindakan yang akan diambil dan menurutnya langkah yang akan diambil adalah melakukan penggalian agar air bisa mengalir di tempat pembuangan yang akan disiapkan nanti.

“Hari ini sudah diidentifikasi dan sebenarnya penyebabnya itu dari kali Guali yang meluap dan mengalir di Desa Kusambi,” jelasanya.

Mantan Kadis PUPR Mubar itu menyebut, timbunan yang ada di Desa Kusambi itu sebelumnya merupakan titik genangan air.

Belum diketahui pasti dari mana timbunan tanah itu menumpuk, namun menurutnya ada salah satu rumah pribadi kontraktor yang membangun di sekitaran Bandara Sugimanuru.

“Itu kayaknya timbunan tanah pribadi pak Anto itu tapi informasinya penimbunan tanah pribadi yang sudah beli lahan kemudian ditimbun karena untuk ditinggikan,” ucapnya. (Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi