Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Poltekkes Kemenkes Palu dan Kendari Kolaborasi Skrining Kesehatan Santriwati di Ponpes Al-Farohidy

385

Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dan Poltekkes Kemenkes Kendari melakukan kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Selasa 13 Februari 2024.

Kegiatan ini mengangkat tema: skrining status kesehatan remaja putri.

Selain merupakan kolaborasi antar Poltekkes Kemenkes di Sulawesi, kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi Interprofessional Collaboration (IPC) yang melibatkan dosen dari berbagai program studi (Prodi) kesehatan yang terdiri dari Prodi D-III Kebidanan, D-III Keperawatan dan D-III Teknologi Laboratorium Medis (TLM).

Kegiatan skrining status kesehatan remaja dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi anemia yaitu pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb).

Anemia adalah kondisi kurangnya kadar Hb dalam darah < 12,0 gr/dl pada perempuan dan <14,0 gr/dl pada laki-laki. Anemia bisa dialami siapa saja terutama kelompok remaja putri yang merupakan kelompok rentan berisiko mengalami anemia, sehingga kelompok remaja putri menjadi fokus upaya pencegahan anemia di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kondisi anemia pada remaja putri seringkali dianggap hal yang lumrah oleh sebagian masyarakat, padahal kondisi anemia pada remaja akan berdampak pada penurunan kesehatan, prestasi belajar, dan kemampuan dalam aktivitas remaja yang ditandai dengan gejala 5L (lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai).

Kondisi anemia yang berkepanjangan akan berdampak pada menurunnya kualitas generasi bangsa, karena akan berkontribusi pada peningkatan kejadian stunting.

Salah satu program pemerintah untuk pencegahan stunting dimulai sejak masa pra konsepsi yaitu sejak usia remaja melalui pencegahan anemia. Remaja putri menjadi kelompok yang berisiko anemia karena mereka mulai mengalami menstruasi setiap bulannya, ditambah mayoritas dari mereka menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan dan jajanan yang tidak sehat serta tidak memenuhi standar gizi seimbang.

Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dan Poltekkes Kemenkes Kendari melakukan kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Al-Farohidy. (Istimewa)

 

Iklan oleh Google

Salah satu upaya pencegahan anemia pada remaja yaitu melalui edukasi dan skrining anemia pada remaja putri.
Sebagai upaya pencegahan anemia, dosen Poltekkes Kemenkes Palu dan Poltekkes Kemenkes Kendari melaksanakan kegiatan edukasi dan skrining kesehatan.

Kegiatan ini diikuti oleh santriwati Pondok Pesantren Al-Farohidy yang berlokasi di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara.

Pondok pesantren ini merupakan pondok pesantren putri yang mendidik kurang lebih 40 santriwati yang berusia remaja dengan keunggulan Program Tahfiz Al-Qur’an, Bahasa Arab dan Inggris yang menjadi bahasa sehari-hari, kajian kitab-kitab kuning dan diimbangi dengan penerapan Kurikulum Kemenag dan Kurikulum K-13 di Madrasah Tsnawiyah dan Madrasah Aliyah.

Kegiatan ini dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Putri Al-Farohidy Ustadzah Hj. Ainur Rohmawatin, LC.

Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dr. Nurmiaty, S,SiT., MPH yang merupakan dosen sekaligus Wakil Direktur 1 Poltekkes Kemenkes Palu.

Edukasi dan skrining kesehatan dilakukan oleh tim dosen dari berbagai jurusan yang terdiri dari Aswita, S.SiT.,MPH dan Hesti Wulandari, M.Keb dari Prodi Kebidanan, Sitti Rachmi Misbah, S.Kp., M.Kes dari Prodi Keperawatan dan Julianti Isma Sari Usman, MT dari Prodi Teknologi Laboratorium Medis.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dr. Nurmiaty, S,SiT., MPH menyebut, hasil skrining kesehatan pada santriwati menunjukkan rata-rata Indeks Masa Tubuh (IMT) remaja putri dalam rentang normal yaitu 20,3 (kategori normal 18,5 – 25,0).

Rata-rata tekanan darah santriwati tergolong normal yaitu 113/72 mmHg, dan untuk kadar hemoglobin santriwati rata-rata 12,8 gr/dl. Angka ini menunjukkan mayoritas santriwati tidak mengalami anemia. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut menggambarkan bahwa status kesehatan santriwati di Pondok Pesantren Al-Farohidy tergolong baik.

“Hal ini menunjukkan pengelolaan pendidikan yang berbasis pondok pesantren selain memenuhi aspek pendidikan agama, pondok pesantren juga dapat memenuhi kebutuhan fisik santriwatinya terutama pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan remaja putri,” pungkasnya. (yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi