Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kasus perubahan data alumni Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di pangkalan data PDDIKTI. Nama Ayu Amanda Putri, alumni Teknik Sipil angkatan 2017, secara misterius berubah menjadi nama orang lain bernama Basri.
Menanggapi polemik tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Ayu Amanda Putri adalah benar-benar alumni sah dari Fakultas Teknik UHO yang telah lulus dan mengikuti wisuda pada Januari 2022 lalu.
“Ayu Amanda Putri ini adalah benar-benar mahasiswa Teknik Sipil dengan stambuk S1A1 17 00 6 angkatan 2017 dan beliau wisuda Januari 2022 dan data ini saya sudah konfirmasi ke wakil dekan bidang akademik di teknik dan beliau mengiyakan dan memang kita pastikan bahwa Ayu Amanda Putri ini adalah benar-benar alumni dari Fakultas Teknik Sipil angkatan 2017. Kemudian selesai di Januari 2022.,” ujar Dr. Herman dalam keterangannya kepada awak media pada Selasa, 30 Desember 2025.
Berdasarkan hasil penelusuran timnya, terungkap bahwa perubahan data dari nama Ayu Amanda Putri menjadi Basri terjadi pada 22 Juni 2022 sekitar pukul 09.40 WITA.
Perubahan tersebut mencakup nama, jenis kelamin, hingga tempat tanggal lahir. Namun, data lain seperti nama ibu kandung tidak mengalami perubahan. Anehnya, perubahan ini terdeteksi bukan melalui akun resmi UHO maupun akun resmi PDDIKTI.
“Jadi perubahannya itu setelah yang Ayu ini wisuda ya. Itu Juni. Jadi wisudanya Januari dia sudah memperoleh ijazah,” ungkapnya.
Dr. Herman mengungkapkan bahwa sistem informasi di UHO rentan terhadap peretasan. Setelah dilakukan investigasi mendalam, ditemukan adanya empat akun yang bisa mengakses data, padahal secara resmi UHO seharusnya hanya memiliki satu akun akses ke pusat data.
Iklan oleh Google
“Setelah saya telusuri mendapatkan konfirmasi bahwa harusnya pengajuan data-data mahasiswa itu oleh UHO cuman satu akun. Ternyata didapat itu sampai empat akun. Dan tiga akun itu kita tidak tahu sama sekali. Dan sekarang kita coba benahi itu,” tegas Herman.
Pihak universitas bahkan telah melibatkan lembaga negara tertentu untuk melakukan investigasi lebih lanjut sejak awal Desember lalu. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu di mana letak kebocoran sistem yang merugikan alumni tersebut.
Pihak rektorat menyatakan telah mencoba membantu proses perbaikan data Ayu sejak September 2023. Namun, kendala administratif di sistem pusat membuat proses tersebut sempat tertunda. Dimana keterangan bahwa nama ibu kandung saudara Ayu ini tidak sesuai dengan KK yang dilampirkan untuk perbaikan.
Dr. Herman pun meminta Ayu untuk kembali melengkapi berkas sesuai notifikasi terbaru dari PDDIKTI.
Di sisi lain, pihak kampus kini tengah melacak keberadaan sosok bernama “Basri” yang namanya tercatat menggantikan posisi Ayu di sistem.
“Kami sampaikan kepada khalayak, jika ada yang mengenal nama Basri yang mengaku lulusan Teknik Sipil UHO angkatan 2017, tolong laporkan ke kami. Jika dia bekerja di instansi pemerintah atau swasta, kami minta itikad baiknya untuk klarifikasi,” imbaunya.
Sebagai langkah antisipasi, Plt Rektor UHO meminta seluruh mahasiswa aktif maupun alumni untuk rutin mengecek data mereka secara mandiri di laman PDDIKTI. Jika ditemukan ketidaksesuaian, ia meminta agar segera melapor langsung ke jajaran pimpinan universitas.
“Melalui kesempatan ini pula, disampaikan kepada semua alumni ya ataupun mahasiswa aktif ya selalu cek ya cek di Pangkalan Dikti ada halaman ada laman tersentuh. Ya.
Ketika ada perubahan mereka cepat sampaikan ke kami,” tambahnya. (Ahmad Odhe/yat)