Pj Bupati Mubar Turun Tangan Pastikan Proses Hukum Warga yang Ditikam
Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr Bahri, ikut prihatin dengan kondisi masyarakatnya yang menjadi korban penikaman di Desa Tondasi Kecamatan Tiworo Utara pada 29 Juli 2022 lalu. Ia langsung mengunjungi korban untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
“Kehadiran saya di kediaman korban untuk memberikan semangat dan dukungan moril terhadap korban,” katanya, Rabu 3 Agustus 2022.
Setelah menjenguk korban, Penjabat yang ditunjuk oleh kementrian Dalam Negeri ini langsung mengunjungi Polsek Tiworo Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Ia menanyakan sejauh mana proses hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap kasus tersebut. Pasalnya sudah beberapa hari ini pihak kepolisian belum melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku penikaman. Padahal terduga pelaku diduga orang di sekitar kampung dan sudah dikantongi identitasnya.
“Untuk memastikan masyarakat saya memperoleh kesempatan yang sama atas hak terhadap akses keadilan. Karena setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum sebagai sarana perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya.
Iklan oleh Google

Terkait hal Itu, Kapolres Muna, melalui Kasat Reskrim Polres Muna IPTU Alamsyah Nugraha mengaku bahwa proses pemeriksaan diserahkan kepada Polsek Tiworo Tengah. Ia juga sudah memerintahkan kepada Kanit Reskrim Polsek Tiworo Tengah untuk melakukan pemeriksaan kepada semua saksi termasuk korban agar bisa segera dilakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.
“Namun saat ini sudah dalam proses penyidikan, segera setelah diperiksa beberapa saksi dan mengumpulkan alat bukti akan dilakukan penangkapan terhadap terduga pelaku,” tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Muna ini juga mengaku bahwa pihaknya sempat mengalami kendala dalam proses penyelidikan karena identitas pelaku terlambat diketahui kemudian korban belum bisa diambil keterangannya dan kurangnya partisipasi masyarakat yang mau menjadi saksi.
“Kendalanya kemarin memang untuk identitas pelaku agak terlambat diketahui, kemudian untuk korban sendiri belum bisa diambil keterangannya karena masih sakit habis operasi. Selain itu, yang menjadi kendala adalah kurangnya masyarakat yang mau menjadi saksi terkait kejadian tesebut,” pungkasnya. (Pialo/yat)
