Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi menjadwalkan pelaksanaan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Periode 2026–2030 pada hari ini, Selasa, 13 Oktober 2026.
Kepastian tersebut tertuang dalam surat resmi
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bernomor 916/DST/B.B1/KP.05.02/2026 tertanggal 12 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Ketua Senat Universitas Halu Oleo di Kendari.
Dalam surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, disampaikan bahwa pelaksanaan agenda voting atau pemilihan calon rektor tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA.
Lokasi pemilihan akan dipusatkan di Kampus Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Sehubungan dengan telah terlaksananya rangkaian proses penjaringan dan penyaringan calon Rektor yang dilaksanakan oleh panitia pemilihan, dengan ini kami sampaikan agar pelaksanaan pemilihan calon Rektor Universitas Halu Oleo periode 2026-2030 dapat dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA,” tulis Dirjen Dikti Khairul Munadi dalam surat tersebut.
Pihak Kemendiktisaintek juga mengimbau agar seluruh proses pemungutan suara dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami harap proses pemilihan Rektor dapat berlangsung dengan khidmat sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.
Surat penyampaian jadwal Pilrek UHO ini turut ditembuskan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, serta Inspektur Jenderal Kemendiktisaintek.
Sementara itu, pihak UHO Kendari, melalui Pranata Humas Ahli Madya UHO maulid membenarkan surat mengenai jadwal pemilihan rektor tersebut.
“Iya betul (besok pelaksanaan Pilrek UHO),” katanya kepada Nawalamedia.id pada Senin, 12 Oktober 2026.
Diketahui, Senat UHO telah menggelar tahap penyaringan yang menyisakan tiga nama teratas. Ketiganya resmi melenggang ke tahapan akhir, yakni, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si. (15 suara), Prof. Dr. Takdir Saili, M.Si. (11 suara) dan Dr. Herman, S.H., LL.M. (10 suara)
Sementara itu, tujuh bakal calon lainnya dinyatakan gugur setelah meraih suara di bawah posisi tiga besar. Mereka adalah Prof. Dr. Edy Karno (5 suara), Prof. Dr. Ruslin (3 suara), Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande (2 suara), dan Prof. Dr. Yusuf Sabilu (1 suara). Tiga nama lain, yakni Dr. Baru Sadarun, Prof. Ma’ruf Kasim, dan Dr. Muliddin, tidak memperoleh suara.
Ketua Senat UHO, Prof Jamili, menjelaskan penetapan rektor terpilih nantinya ditentukan oleh gabungan suara Senat UHO dan pihak kementerian. Senat memegang porsi terbesar dengan 65 persen suara, sementara kementerian memiliki 35 persen suara.
“Proses pemilihannya sama, hanya bedanya ada dua gerbong besar ialah Senat dan kementerian. Senat itu diberi hak 65 persen, menteri 35 persen. Jadi suara menteri sekitar 26 (suara) ditambah 49 anggota Senat,” ujar Jamili. (Ahmad Odhe/yat)


