Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Penemuan Mayat Tertusuk Badik di Perut Gegerkan Warga Poasia Kendari

34

Warga Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria pada Kamis, 18 September 2025. Mayat tersebut ditemukan di dalam perkebunan ubi kayu dengan sebilah badik tertancap di perutnya.

Korban diketahui bernama Arifin (50), warga setempat. Penemuan tragis ini terjadi sekitar pukul 11.40 WITA, berjarak sekitar 50 meter dari kediaman korban.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan penemuan tersebut dan mengungkap hasil visum luar yang mengarah pada dugaan bunuh diri.

Menurutnya, korban memiliki riwayat penyakit tumor stadium 7 yang sudah parah. Penyakit ini membuat Arifin sudah dipasang selang dan kerongkongannya bermasalah.

“Dari hasil visum luar dan otopsi luar, korban diduga bunuh diri. Badik tertancap dari atas ke bawah, menembus perut bagian kiri,” jelas AKP Welliwanto.

Iklan oleh Google

Ia menambahkan, dugaan bunuh diri diperkuat oleh keterangan keluarga dan temuan di lokasi.

“Korban sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri, seperti melompat ke sumur, membenturkan kepala ke dinding, dan menyayat tangan,” ungkapnya.

Pihak kepolisian juga mendapatkan rekam medis dari keluarga yang menguatkan kondisi penyakit korban.

Setelah proses visum dan otopsi luar selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga menerima hasil penyelidikan sementara yang menyatakan bahwa Arifin meninggal karena bunuh diri.

AKP Welliwanto Malau menambahkan langkah selanjutnya yang akan dilakukan kepolisian adalah meminta keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga korban untuk melengkapi berkas penyelidikan. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi