Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

KSOP Kendari Perketat Pengawasan Keselamatan Kapal Penumpang

43

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari langsung mengambil langkah cepat dengan memperketat pengawasan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal penumpang menyusul insiden kebakaran KM Barcelona 5 di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu yang lalu.

Kepala KSOP Kendari, Capt. Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat internal dan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi keselamatan.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.

“Jadi kami sudah beberapa hari ini sudah mengadakan rapat dan turun langsung anggota ke lapangan untuk mengecek semua alat-alat keselamatan dan khususnya untuk kapal penumpang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Rahman menjelaskan bahwa pemeriksaan menyasar berbagai perlengkapan penting, termasuk emergency fire pump, pompa utama dan darurat, life jacket, serta sistem pengikat dan life raft. Selain itu, pihaknya juga meninjau pelaksanaan pelatihan darurat oleh Anak Buah Kapal (ABK) di atas kapal.

“Jadi anggota juga sudah ke lapangan tangan itu sudah meriksa semua alat-alat keselamatan,” ungkapnya.

Terkait izin berlayar, Rahman menegaskan bahwa KSOP Kendari kini lebih selektif dalam memberikan izin, termasuk memastikan tidak terjadi kelebihan kapasitas penumpang.

“Penumpang kalau musim-musim begini sedikit penumpang. Tidak ada over kapasitas,” tambahnya.

Iklan oleh Google

Sebelumnya Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memperketat pengawasan terhadap kelayakan kapal yang beroperasi di wilayah Sultra. Hal ini Menyusul insiden kebakaran yang menimpa KM Barcelona 5 di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara.

Diketahui kapal yang mengalami insiden kebakaran tersebut hampir sama dengan kapal yang beroperasi di Sultra.
Salah satu kapal tersebut ialah kapal yang berlayar dengan tujuan Kota Kendari menuju pulau Muna (Raha) atau sebaliknya yang beroperasi pada malam hari.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra, Mastri Susilo, mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan pelayaran, seiring dengan sejumlah insiden laut yang terjadi belakangan ini, termasuk di lintasan antar pulau di Sultra.

“Belajar dari beberapa pengalaman itu, kami menghimbau kepada KSOP Kendari untuk memastikan itu (kelayakan kapal yang beroperasi) agar
bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Dia menyebut kasus kebakaran kapal seperti KM Barcelona 5 tidak boleh dianggap sepele, karena dapat mengancam nyawa penumpang.

Sehingga, ia juga meminta KSOP Kendari untuk memperketat pengawasan dan penegakan hukum terkait dengan keselamatan pelayaran. Hal ini agar penumpang betul-betul merasakan  kenyamanan ketika melakukan pelayaran melalui laut.

“Jadi kelayakan kapal itu penting. Jadi untuk menjadi perhatian (KSOP) mulai terkait dengan persyaratan navigasi dan keselamatan penumpang termasuk kapasitas penumpang” ujarnya.

Ia juga mendorong pentingnya mitigasi alat keselamatan berlayar. Hal ini untuk menghindari resiko kecelakaan di laut.

“Iya, (kami juga mendorong KSOP untuk melakukan mitigasi alat keselamatan berlayar) hal ini untuk memberikan keselamatan kapal dan keselamatan penumpang,” tambahnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi