Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Kerja Nyata Tangani Stunting di Mubar, Dr Bahri Diganjar Penghargaan oleh Wapres

282

Komitmen Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr Bahri dalam penanganan stunting membuahkan hasil. Ia berhasil membawa Pemda Mubar mendapat penghargaan terbaik pertama dari Wakil Presiden (Wapres) soal pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal tahun 2023.

Penghargaan diserahkan langsung Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin kepada Pj Bupati Mubar Dr Bahri, di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Oktober 2023.

“Penghargaan ini terkait pelaksanaan PMT lokal selama tahun 2023 berjalan.
Pemda Mubar telah melakukan realisasi anggaran PMT lokal yang menjadi kriteria ada tiga poin yakni realisasi pelaksanaan anggaran, puskesmas yang melaksanakan PMT lokal dan penurunan kasus gizi kurang (stunting) di Mubar”, jelasnya.

Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri ini mengaku, Kabupaten Mubar mendapatkan terbaik pertama dari 10 kabupaten yang masuk 10 besar kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

“Penilaiannya itu dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan berbagai kriteria yang telah ditentukan. Hasilnya, Mubar dianggap sebagai daerah yang serius dan berhasil dalam melaksanakan PMT demi menekan angka stunting di daerahnya,” tuturnya.

Sebelumnya Pemda Mubar telah melakukan langkah-langkah dalam hal menangani stunting, dimulai dari penandatanganan pernyataan pelaksanaan percepatan penurunan stunting terintegrasi Agustus 2022 lalu.
Kemudian mengeluarkan kebijakan penanganan stunting secara langsung di masyarakat.

Langkah konkrit yang sudah dilakukan dalam penanganan stunting antara lain, memastikan data stunting per-kecamatan dan per-desa disesuaikan dengan lokus stunting.

“Pemda meluncurkan aplikasi satu data stunting di Mubar menggunakan aplikasi untuk memudahkan pendataan dan memonitor perkembangan stunting,” kata Bahri.

Kemudian Bahri juga mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Muna Barat Nomor 85 tahun 2023 tentang penetapan bapak asuh bayi atau balita stunting yang terdiri atas 201 orang tua asuh.

“Orang tua asuh ini seperti pejabat pimpinan tinggi pratama atau pejabat yang setara eselon II dan pejabat administrator atau pejabat setara eselon II. Mereka bertanggung jawab menjadi donatur dalam memberikan makanan tambahan protein hewan kepada bayi atau balita stunting,” jelas Bahri.

Iklan oleh Google

Pemda Mubar juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang berinvestasi di Mubar dalam hal menekan angka stunting. Perusahaan memberikan dana CSR untuk pemenuhan suplemen dan vitamin untuk balita kategori stunting.

Pemda Mubar mendapat penghargaan terbaik pertama dari Wakil Presiden (Wapres) soal pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal tahun 2023. (Istimewa)

 

“Tapi kita juga mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk pemberian makanan tambahan lokal dan upaya deteksi dini preventif dan respon penyakit balita,” terangnya.

Langkah selanjutnya, Pemda Mubar juga melakukan validasi data tentang penanganan stunting di Mubar, dimulai dari validasi data stunting milik Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan data milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Mubar.

Dari validasi data tersebut, hasilnya, angka stunting di Mubar mencapai 201, yang terbagi dari 128 stunting karena faktor genetik dari orang tua dan 73 angka stunting kategori kasus, karena faktor gizi buruk. Kemudian dari sumber data tersebut Pemda Mubar melakukan profiling, ternyata data SSGI dan data puskesmas saling beririsan.

Untuk menangani kasus stunting tersebut, Pj Bupati Mubar menyiapkan anggaran sebesar Rp3,8 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Mubar.

Pj Bupati Muna Barat Dr Bahri saat menerima penghargaan dari Wapres RI. (Dok Sekretariat Negara)

Anggaran tersebut akan diperuntukan pemberian makanan tambahan yang bergizi bagi penderita stunting, memberikan pelatihan kepada pegawai puskesmas terkait elektrifikasi pencatatan pelaporan berbasis gizi masyarakat (EP2BGM), membiayai BBM pegawai puskesmas agar intens turun lapangan dan lainnya.

“Semua biaya tersebut telah dihitung, baik kapasitas kecukupan gizi bagi penderita stunting, kemudian upaya pencegahan pada ibu hamil dan remaja putri, serta pemberian susu bagi ibu yang tidak menyusui bayinya,” jelas Bahri.

Selanjutnya dalam menangani stunting, Pemkab Mubar juga menerapkan dua aspek intervensi, yaitu spesifik (terkait peyebab langsung stunting) dan intervensi sensitif (penyebab tidak langsung stunting). Intervensi dari aspek spesifik ditangani oleh Dinas Kesehatan Mubar, sementara aspek sensitif ditangani oleh desa.

“Berkat kolaborasi dan kerja sama ini lah, Pemda Mubar di anugerahi penghargaan oleh Wakil presiden. Insyallah komitmen kerja nyata, kolaborasi dan kebersamaan ini akan terus dilanjutkan dalam program apapun demi melayani masyarakat menuju Mubar yang kita cita-citakan,” pungkasnya. (Adv/Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi