Kementerian Pertanian Dorong Sultra Kembangkan Jagung dan Kedelai
Kementerian Pertanian mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) agar mengembangkan komoditas jagung dan kedelai sebagai upaya meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Bambang mengatakan bahwa pihaknya mendapat tugas langsung dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar membantu pemerintah di Sultra dalam pengembangan jagung dan kedelai di Bumi Anoa.
“Saya mendapatkan tugas dari Menteri Pertanian untuk merespon keinginan daerah (Sultra) mengembangkan jagung dan kedelai,” katanya usai Rapat Koodinasi Komoditas Pertanian Strategis bersama jajaran Pemerintah se-Sulawesi Tenggara, Rabu,13 Oktober 2022.
Menurut Bambang, wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terdiri dari daratan dan kepulauan memiliki potensi jika mengembangkan komoditas jagung dan kedelai. Namun faktanya belum terkelola dengan baik.
“Oleh karena itu pak menteri menugaskan saya selaku Kepala Badan Karantina untuk mengkolaborasi, merajut dari semua kekuatan-kekuatan yang bisa memberikan dukungan terhadap pengembangan khususnya jagung dan kedelai,” lanjutnya.
Iklan oleh Google
Selain itu, kata dia, dalam kurun tiga tahun terakhir Indonesia sukses swasembada beras karena tidak impor. Oleh karena itu pihaknya menargetkan di tahun 2023 bisa terjadi hal yang sama serta di tahun 2024 sampai 2025 juga bisa swasembada kedelai.
Meski begitu dia mengaku bahwa untuk benih jagung tidak dibantu oleh APBN namun dapat dibeli secara mandiri melalui dana swadaya masyarakat atau dana kredit usaha rakyat (KUR), sedangkan untuk kedelai masih masih dijamin oleh ABPN.
Ia menambahkan, peluang pemasaran komoditas jagung sangat tinggi, berikut permintaan luar negeri. Hanya saja sampai hari ini pihaknya masih menahan karena mempertimbangkan kebutuhan terutama untuk menopang industri pakan ternak nasional.
“Sehingga permintaan ekspor yang kita lakukan tahun ini hanya sebatas menjaga hubungan dengan mitra-mitra negara yang membutuhkan, tetapi ketika nanti produksi kita sudah cukup besar di samping memenuhi kebutuhan dalam negeri industri pakan dalam negeri juga kita layani ekspor lebih masif lagi,” katanya.
Sementara itu di tempat yang sama Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengatakan luas lahan pertanian di Sultra sekitar 100.000 hektare.
“Kita areal di Sulawesi Tenggara khususnya di daratan masih sampai 100.000 hektare, misalnya komoditi jagung semua kabupaten/kota punya lahan untuk mengembangkan itu, ada yang 5.000 hektare paling minim tadi 500 hektare. Jadi siap ini ketersediaan lahan,” kata Lukman. (Ahmad Odhe/yat)
