Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, pada Rabu 29 Januari 2024 pukul 07.50 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di darat, tepatnya 15 km barat daya Kolaka Timur, dengan kedalaman 10 km.
Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., mengungkapkan, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).
“Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa beruntun di Kolaka yang terjadi sejak 24 Januari 2025 dengan M4,9 dimana gempa M5,1 yang terjadi pagi ini merupakan kejadian gempa yang ke 125,” kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Daryono mengungkapkan, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah. Di Kolaka Timur, intensitas gempa mencapai skala IV – V MMI, dimana hampir seluruh penduduk merasakan getaran dan banyak yang terbangun dari tidurnya.
Iklan oleh Google
Di Kolaka, gempa dirasakan dengan skala IV MMI, sementara di Kendari, Konawe, dan Konawe Selatan getaran mencapai skala III MMI, yang membuat warga merasakan seakan-akan ada truk besar yang melintas.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.
BMKG juga mengingatkan warga untuk menjauhi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan akibat gempa. Sebelum kembali ke dalam rumah, masyarakat diminta memastikan bahwa bangunan masih dalam kondisi aman dan tidak berisiko runtuh.
“Mari tetap waspada dan siaga, tetapi jangan panik. Pastikan rumah kita aman sebelum kembali ke dalam,” tambah Dr. Daryono.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan parah atau korban jiwa akibat gempa. Tim BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di wilayah tersebut. (Ahmad Odhe/yat)
