Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Gelombang Tinggi Diprediksi Terjadi di Perairan Sultra, Warga Diimbau Waspada

136

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau biasa disebut Badan SAR Nasional (Basarnas) Kendari mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di perairan dengan menggunakan transportasi laut agar selalu memerhatikan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi dalam konferensi persnya, Selasa 27 Desember 2022.

Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi mengatakan diperairan Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal terjadi gelombang tinggi selama 7 hari ke depan.

“Di bulan Desember ini sampai dengan Januari 2023 bahwa secara umum di seluruh Indonesia ada peningkatan kenaikan gelombang tinggi dan itu akan terjadi 1,25 hingga 4 meter,” katanya.

Ia mengungkapkan, ketinggian gelombang 1,25 hingga 2,5 meter tergolong sedang. Diprediksi terjadi di perairan Baubau bagian utara, Utara Wakatobi bagian barat dan timur, laut banda timur Sulawesi Tenggara, dan perairan Banggai bagian utara.

Iklan oleh Google

Kemudian untuk ketinggian gelombang dari 2,5 hingga 4 meter tergolong tinggi, akan terjadi di perairan Baubau bagian Selatan, Selatan Wakatobi bagian Barat dan Timur, serta di laut Banda Timur Sulawesi Tenggara bagian Selatan.

“Hal ini tergolong tidak aman bagi ukuran kapal tertentu seperti kapal kecil atau kapal nelayan. Ini akan terjadi mulai hari ini hingga 2 Januari 2023,” kata Aris Sofingi.

Untuk itu, ia mengimbau kepada operator transportasi laut agar memastikan kelayakan kapal, baik ketersedian alat bantu navigasi, peralatan komunikasi dan peralatan keselamatan baik untuk kru maupun penumpang.

Selain itu ia berharap kepada masyarakat yang beraktivitas di laut baik penggunaan transportasi laut, operator transportasi laut, dan pemangku kepentingan dalam hal ini otoritas penyeberangan dan pelabuhan untuk memperhatikan beberapa hal.

“Kalau sekiranya tidak baik dan tidak lengkap jangan memaksakan karena resikonya sangat tinggi. Dan bagi para nelayan untuk memastikan kondisi cuaca dan selalu update dengan informasi dari BMKG,” tutupnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi