FT UHO Kendari Gandeng Balai Jasa Kontruksi Wilayah VI Tingkatkan Kualitas SDM
Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI dan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (FT UHO) menggelar pelatihan building information modeling (BIM) Batch IV Makassar selama 6 hari dimulai Senin, 28 Agustus 2023 sampai dengan 2 September 2023.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan peresmian tempat uji kompetensi (TUK).
Dalam pelatihan tersebut diikuti oleh mahasiswa teknik sipil dan teknik arsitektur yang berjumlah kurang lebih 50 orang.
Dekan FT UHO, Dr.Edward Ngii, ST.,MT mengatakan bahwa melalui pelatihan tersebut, untuk mempermudah mahasiswa memperoleh pekerjaan serta cepat beradaptasi di dunia kerja.
“Dunia konstruksi saat ini tidak hanya membutuhkan hanya ijazah saja. Tetapi harus ada jaminan kompetensi berupa yang sudah tersertifikasi,” kata Dr. Edward.
Lebih lanjut dirinya sangat berterimakasih kepada pihak Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI yang telah bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya dengan kegiatan tersebut bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di fakultasnya.
“Melalui kegiatan ini pula dapat meningkatkan kemampuan SDM fakultas teknik, sehingga saya harap mereka dapat mengikutinya dengan baik hingga selesai,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Siti Nurrusiah, S.T., M.T mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia khususnya di Sulawesi.
Kata dia, pembangunan infrastruktur masih terus digiatkan dalam rangka mewujudkan konektivitas antar wilayah, terutama dengan kawasan ekonomi khusus, kawasan strategis pariwisata nasional, pemenuhan sumber daya air, ketahanan pangan, kebutuhan untuk perumahan dan permukiman.
Iklan oleh Google
“Masifnya pembangunan proyek infrastruktur tentunya diiringi dengan kebutuhan terhadap SDM yang terlibat. Anggaran pembangunan yang besar, banyaknya target infrastruktur yang harus terbangun, dan target waktu pembangunan infrastruktur yang singkat tentunya membutuhkan keterlibatan yang tinggi dari tenaga kerja konstruksi,” ungkapnya.
Ia mengatakan tantangan pembangunan infrastruktur saat ini adalah menyediakan infrastruktur yang tepat biaya, tepat mutu, tepat waktu dan tepat manfaat.
“Salah satu strategi dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang masif dan modern serta dapat mendeliver proyek dengan tepat adalah dengan pemanfaatan teknologi. Sesuai dengan arahan presiden dan Menteri PUPR, dalam rangka akselerasi pembangunan infrastruktur dan implementasi kolaborasi teknologi dibidang konstruksi, maka digitalisasi perlu diimplementasikan salah satu upaya yang dilaksanakan adalah dengan pemanfaatan konsep BIM untuk mempermudah koordinasi, integrasi, efisiensi, dan pengendalian pelaksanaan konstruksi,” jelasnya.
Ia menuturkan sesuai amanat UU No. 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) dibangun dengan visi mewujudkan kota dunia yang berkelanjutan, menjadi penggerak ekonomi Indonesia di masa depan, dan menjadi simbol identitas nasional.
Salah satu contohnya pembangunan IKN juga merupakan upaya transformasi berbangsa dan bernegara, bermukim, bekerja, bermobilisasi, dengan tetap melestarikan lingkungan, seperti cita-cita yang diusungnya, yaitu menjadikan IKN sebagai Smart City.
“Jadi sesuai dengan konsepnya sebagai kota masa depan, pembangunan infrastruktur di IKN dituntut untuk dapat berkolaborasi dengan teknologi,” ujarnya.
Ia juga mengatakan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja infrastruktur yang tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, serta tepat manfaat, menjadikan digitalisasi tidak hanya sebagai secondary tools tetapi juga menjadi mandatory tools dalam proses konstruksi.
Dengan berkolaborasi dengan teknologi, maka pemanfaatan konsep BIM mempermudah koordinasi, integrasi, efisiensi, dan pengendalian pelaksanaan konstruksi.
“Target dan sasaran dalam rangka peningkatan SDM konstruksi bidang BIM ini ditujukan kepada ASN, penyedia jasa, dan para calon tenaga kerja,” katanya.
Ia menambahkan pelaksanaan peningkatan kompetensi bidang BIM juga menjadi target yang telah ditetapkan dan wajib dipenuhi dalam Instruksi Menteri PUPR Nomor 4 /IN/M/2022.
“Pelaksanaan peningkatan kompetensi BIM tidak hanya menjadi sebuah harapan tetapi saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan dalam rangka pelaksanaan infrastruktur kita,” tutupnya. (Ahmad Odhe/yat)
