Empat karyawan PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) tewas usai tertimbun longsoran ore nikel di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, Selasa, 22 September 2026.
Insiden maut tersebut terjadi saat para pekerja tengah beraktivitas di area operasional perusahaan tersebut.
Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda membenarkan kecelakaan kerja yang menimpa para penambang tersebut. Ia mencatat total korban dalam insiden ini mencapai lima orang, di mana empat diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Iya ada yang meninggal 4 orang karena tertimbun tanah (longsor)”,” kata Rico saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu, 23 September 2026.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan informasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab runtuhnya material tambang yang menimbun para korban.
Merespons tragedi tersebut, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tenggara langsung menerjunkan tim investigasi ke lokasi kejadian pada Rabu pagi.
Kepala Bidang Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Sultra Hj. Asnia Nidi menyatakan tim yang terdiri dari tiga personel ditugaskan untuk menyelidiki secara menyeluruh dugaan kelalaian maupun penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area tambang PT KDI.
“Kami sudah dapat infonya semalam, dan pagi ini kami sudah turunkan tim sebanyak tiga orang untuk ke lokasi kejadian,” ujar Asnia.
“Penyebab pastinya nanti kita tunggu hasil investigasi tim yang diturunkan pagi ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari kepolisian dan Disnakertrans Sultra masih berada di lapangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tambang tersebut. (Ahmad Odhe/yat)


