Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Satu Keluarga di Muna Barat Resmi Mualaf

554

Keluarga Ketut Kartika yang berasal dari Desa Suka Damai, Kecamatan Tiworo Tengah resmi berpindah agama (Mualaf). Awalnya Ketut dan keluarga memeluk agama Hindu dan memutuskan untuk mualaf atau memeluk agama Islam. Ketut dan keluarga berjumlah lima orang, mereka resmi memeluk agama Islam setelah melafalkan dua kalimat syahadat yang dipandu oleh Kepala KUA Tiworo Tengah, Mubar.

Seiring dengan berpindahnya keyakinan, nama Ketut dan sekeluarga juga resmi diganti dengan nama yang bernuansa Islami.

Ketut Kartika menjadi Abdul Fajarudin, Gede Melki menjadi Muhammad Melki Abizar, Made Luki menjadi Muhammad Luki Afdhal, dan Komang Miko menjadi Muhammad Miko Azkha.

Abdul Fajrudin mengaku bahwa keputusan untuk memeluk agama Islam berawal dari niat untuk membimbing anak-anak dengan ajaran agama. Karena anak-anaknya tidak mendapat bimbingan agama dari agama yang dianut sebelumnya. Ditambah dirinya juga tidak terlalu memahami sehingga anaknya selalu menolak untuk bersekolah jika belum masuk Islam.

Atas kondisi tersebut Fajrudin terketuk untuk mualaf dan dari dirinya sendiri tanpa paksaan. Keputusan untuk memeluk agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW ini murni dengan tujuan agar bisa membimbing anak dan istrinya hingga akhir nanti.

“Saya juga tidak terlalu memahami ajaran agama sebelumnya, jadi saya tidak bisa mengajarkan kepada anak misalnya perkenalan huruf kalau di Islam itu seperti huruf hijaiyah,” tuturnya.

Sementara itu Istri Fajrudin, Jumiati (41) mengaku lega bisa kembali memeluk agama yang telah diajarkan sejak lahir. Ia juga mengaku bahwa tidak memaksa suaminya untuk mualaf karena selama ia memeluk agama yang dianut sebelumnya tidak ada paksaan apapun untuk taat beribadah.

“Merasa lega juga karena bisa beribadah bersama mengingat salah satu anak saya beragama Islam,” ujarnya.

Iklan oleh Google

Pasangan suami istri itu tersebut menyampaikan bahwa Ajaran Agama Islam bukan sesuatu yang baru baginya karena sebelumnya dia merupakan pemeluk agama Islam. Namun setelah menikah, ia mengikuti agama yang dianut oleh suaminya.

Kemudian kata dia, dari hasil pernikahan tersebut, ada anaknya yang memeluk agama Islam sehingga selama masih memeluk agama yang dianut sebelumnya tidak pernah beribadah di rumahnya karena menghargai anak gadisnya yang beragama Islam.

“Setelah saat ini memeluk agama Islam, ia dan sekeluarga akan terus belajar dan bersungguh-sungguh memahami terkait ilmu agama Islam,” imbuhnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Suka Damai, Kecamatan Tiworo Tengah, Pakhrun, mengatakan bahwa istri Abdul Jafarudin awalnya beragama Islam, saat menikah dengan Ketut Kartika atau sekarang bernama Abdul Jafarudin ia masuk agama Hindu, dan sekarang barulah sekeluarga memeluk agama Islam.

Selanjutnya kata Pakrun, pada tahun 2023 Fajrudin pernah mengutarakan niatnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, namun saat itu belum ada biaya.

Niatnya untuk mualaf tahun 2023, Namun ada beberapa pertimbangan salah satunya memikirkan biaya terlebih saat itu anak sambungnya masih kuliah,” terang Pakrun.

Di tempat yang sama, Kepala KUA Tiworo Tengah, Jafar, mengatakan akan membuat jadwal bimbingan bagi para mualaf yang ada di lingkup kerjanya, agar mualaf-mualaf tersebut dapat dibimbing dan dituntun terkait ajaran Islam.

“Kita tidak bisa melepas begitu saja saudara-saudara yang baru memeluk agama Islam, kemenag juga memberikan sertifikat mualaf,” pungkasnya.

Kemudian, harapannya bagi para mualaf agar bisa menyesuaikan dengan umat muslim lainnya dan tetap menjalin hubungan baik dengan keluarga yang berbeda keyakinan. (Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi