Wakapolda Ingatkan Polisi di Sultra Rem Total Gaya Hidup Hedon
Wakapolda Brigjen Pol Drs Waris Agono, M.Si pimpin apel pagi di hadapan ratusan personel bertempat di lapangan apel Presisi Polda Sultra Senin 17 Oktober 2022 pagi.
Dalam apel tersebut Brigjen Waris menyampaikan poin arahan presiden Jokowi kepada personel Polri yang harus dipedomani.
Ia menyampaikan Presiden sangat mengapresiasi terhadap kinerja Polri dalam penanggulangan covid-19, dan hingga saat ini vaksinasi yang dilaksanakan oleh Polri cukup mampu untuk menekan angka penyebaran pandemi covid-19.
Dengan meredanya pandemi covid-19 lanjut Wakapolda Sultra, kebangkitan ekonomi di Indonesia sudah mulai naik secara perlahan. Namun, ke depannya Indonesia dihadapkan pada tantangan terkait dengan krisis pangan.
“Kepada personel Polri harus tahu situasi ini dan harus mampu mengantisipasi krisis,” katanya.
Lebih lanjut, kata dia, tantangan yang dihadapi saat ini adalah index kepercayaan terhadap Polri yang menurun drastis dan tengah menjadi atensi publik.
Iklan oleh Google
Sehingga Presiden Jokowi juga menyentil gaya hidup anggota Polri yang terkesan mewah, dimana di tengah situasi sekarang ini banyak yang bergaya hidup mewah dan pamer.
“Kita rem total soal gaya hidup, jangan gagah-gagahan dan hedon,” tegas Brigjen Waris Agono.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan keluhan terhadap anggota Polri, paling banyak dipersoalkan pungutan liar (pungli) dan perbuatan sewenang wenang anggota serta perbuatan mencari-cari kesalahan.
Kemudian jelang tahun politik 2024 mendatang semua anggota Polri harus perkuat Soliditas dan tidak terlibat dalam politik praktis dengan mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah.
“Anggota Polri jangan bermain politik, tapi harus tahu kemana arahnya,” tutur Waris.
Terakhir Wakapolda memberikan atensi khusus terutama kepada Dir Narkoba dan Dir Krimum agar masalah narkoba serta judi Online segera diberantas dan dibersihkan sesuai arahan Presiden.
“Saya sampaikan kepada personel kalau tdk bisa berprestasi setidaknya jangan buat pelanggaran yang mencoreng marwah institusi,” pungkas jenderal bintang satu asal korps Brimob Polri ini. (Ahmad Odhe/yat)
