Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat terjadi penurunan ekspor pada November 2022. Sebaliknya, di bulan yang sama, nilai impor meningkat. Data BPS Sultra ini dipublikasikan pada 2 Januari 2023.
Dalam rilisnya, BPS menyebut, Sulawesi Tenggara dengan segala potensi Sumber Daya Alam mempunyai peluang dalam perdagangan luar negeri yang tercermin dalam statistik ekspor. Data Statistik Ekspor diperoleh dari Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari Bea dan Cukai.
Komoditi yang selama ini menjadi andalan Sulawesi Tenggara antara lain besi dan baja serta bermacam hasil laut, sedangkan negara tujuan ekspor tersebar di benua Asia hingga Amerika.
Nilai ekspor Sulawesi Tenggara November 2022 mencapai US$497,67 juta atau turun 12,67 persen dibanding ekspor Oktober 2022 yang tercatat US$569,84 juta.
Iklan oleh Google
Sementara, volume ekspor November 2022 tercatat 306,75 ribu ton atau naik sebesar 7,16 persen dibanding volume ekspor Oktober 2022 yang tercatat 286,26 ribu ton.
Penurunan terbesar ekspor Sulawesi Tenggara November 2022 terjadi pada komoditas Besi dan Baja senilai US$73,70 juta (turun 13,00 persen) dimana pada bulan Oktober sebesar US$567,15 juta turun menjadi US$493,45 juta di bulan November.
Nilai impor Sulawesi Tenggara November 2022 mencapai US$204,02 juta, naik 67,32 persen dibandingkan Oktober 2022 atau naik 4,42 persen dibandingkan November 2021
Volume impor November 2022 senilai 390,34 ribu ton, naik 40,41 persen dibandingkan Oktober 2022 atau turun 29,22 persen dibandingkan November 2021.
Peningkatan impor golongan barang terbesar November 2022 dibandingkan Oktober 2022 adalah Besi dan Baja yaitu sebesar US$44,24 juta (naik 125,28 persen). (Yat/rilis BPS)
