Santri Hilang Enam Bulan, Ditemukan Tinggal di Kendari Dengan Pemulung
Misteri kasus hilangnya seorang santri di Pesantren Tahfidzul Qur’an Darur Raihanun NW, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, kabupaten Konawe Selatan (Konsel) bernama Agung Kurniawan (14) akhirnya terungkap.
Sebelumnya, Agung dinyatakan hilang sejak Minggu 25 Februari 2024 lalu. Belakangan, Agung berada di Kendari dan tinggal bersama seorang pemulung.
Kasi Humas Polresta Kendari Ipda Hariddin mengatakan, keberadaan Agung selama ini terungkap saat Agung ditemukan berada di Masjid Nurul Ukhuwah Kelurahan Anggalomoare Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe pada Minggu 4 Agustus 2024 sore.
Ipda Hariddin bilang namun saat dilakukan pemeriksaan terhadapnya ditemukan satu unit Handphone (HP). Setelah dikembangkan terkait Hp yang digunakan oleh Agung ternyata pemiliknya atas nama JS.
“Sekitar pukul 22.15 WITa, Tim gabungan Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari, Resmob Polda Sultra dan Unit kam Satintelkam Polresta Kendari telah mengamankan JS,” kata Ipda Hariddin dalam keterangannya
Hariddin mengungkapkan, saat dilakukan pemeriksaan, JS mengaku sudah lama Agung tinggal di rumahnya.
Kata Ipda Hariddin, dari pengakuan JS ia pertama kali bertemu Agung di Masjid Nurul Falah, Lorong Puncak Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada akhir Februari sebelum bulan puasa.
Saat itu, JS mengaku diberitahu oleh Agung bahwa santri ini hanya tinggal dengan tantenya dan ibunya telah pergi sejak kecil.
“Oleh karena hal tersebut JS membawa Agung untuk tinggal bersama di Jl. Kelengkeng, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari,” ungkapnya.
Iklan oleh Google
Hariddin menerangkan saat JS tinggal bersama Agung dirinya selalu memfasilitasinya berupa memberikan makanan, pakaian serta alat komunikasi atau handphone.
“Hp milik JS diberikan kepada Agung sejak 2 hari tinggal bersamanya,” ujar Hariddin.
Selain itu juga, dari penjelasan JS, Agung pernah dirawat inap selama seminggu di Puskesmas Poasia usai terkena demam berdarah. Hingga Agung dinyatakan sembuh, pada 25 Maret 2024.Namun saat JS meminta Agung untuk diantar pulang ke rumahnya, Agung selalu menolak.
“Dan selalu berbicara nanti. Karena hal tersebut JS kembali membawa Agung ke rumahnya,” katanya.
Sementara itu, lanjut Kasi Humas, selama JS memulung, Agung hanya tinggal sendirian di rumah dalam keadaan pintu tidak terkunci dan Agung biasa berinteraksi dengan tetangganya pada saat mengambil air di sore hari.
Selain itu juga, selama berada di rumah JS, Agung hanya memainkan handphone milik pemulung tersebut.
“JS mengaku selama sekitar 6 bulan tinggal bersama Agung, JS tidak pernah menyuruh atau mempekerjakannya. Agung ini hanya tinggal di rumah dan hanya memainkan Hp milik JS,” terangnya.
JS mengaku tak mengetahui bahwa Agung ini telah dicari dan dinyatakan hilang sejak 6 bulan yang saat berada di pondok pesantren tersebut.
“JS tidak mengetahui bahwa Agung merupakan anak hilang dari Pondok Pesantren Darur Raihanun Nahdlatul Wathan karena keterbatasan mengakses media sosial,” kata Ipda Hariddin.
“Selain itu juga JS sempat beberapa kali mengajak Agung untuk pulang ke rumah keluarganya namun selalu saja menunda dan beralasan nanti pi,” tambah Ipda Hariddin. (Ahmad Odhe/yat)
